AdvertorialMadiunPendidikan

Djoko Jadi Mahasiswa Baru di Usia 51 Tahun

Masuk Kuliah dari Hasil Menabung

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tua bukan alasan untuk berhenti belajar. Itu pula yang menjadi laku hidup Djoko Prajitno. Pria 51 tahun tersebut ditetapkan sebagai mahasiswa baru Universitas PGRI Madiun (Unipma) pada tahun pelajaran 2020/2021. Tukang servis elektronik itu masuk jurusan pendidikan teknik elektro.

Djoko sengaja menempuh kuliah karena ingin belajar teori elektro. ‘’Karena selama ini hanya menguasai praktik. Sudah di luar kepala, sehingga ingin mengimbanginya dengan teori,’’ katanya Kamis (17/9).

Sebenarnya, sudah sejak dulu dia ingin mengenyam bangku perkuliahan. Tapi, karena terkendala ekonomi, keinginannya tersebut baru bisa kesampaian sekarang. ‘’Biaya kuliah didapat dari hasil (pendapatan) reparasi yang saya kumpulkan sejak 10 tahun lalu. Saya kumpulkan setiap hari sekitar Rp 2.000 hingga Rp 5.000,’’ ungkapnya.

Djoko pernah bersekolah di STN 5 Madiun dan lulus pada 1983. Setelah itu dirinya merantau ke Bandung dan bekerja di PT Grantek selama 17 tahun. Kemudian, dia memutuskan pulang kampung ke Madiun pada tahun 2000 dan mendirikan usaha servis elektro panggilan. Selanjutnya, ayah dua anak itu menempuh sekolah paket C di PKMB Poncowati pada 2017–2019. ‘’Setelah lulus itu saya langsung mendaftar di Unipma,’’ ujarnya.

Djoko mengaku sempat kebingungan ketika ingin mendaftar kuliah. Karena sistem pendaftaran mahasiswa baru menggunakan sistem daring eLMA yang belum diketahui olehnya. Tapi, Djoko pantang menyerah. Dia kerjakan seluruh soal tes masuk menjadi mahasiswa baru (maba) dengan cermat. ‘’Saya tulis soalnya, saya kerjakan, dan kemudian hasilnya saya antar ke Unipma,’’ terang warga Jalan Mayjen Sungkono itu.

Di usianya yang sudah lebih dari setengah abad, Djoko mengaku masih awam dengan perkembangan dunia teknologi. Tapi, dia mempunyai kemauan untuk belajar. Bahkan, sekarang dirinya berusaha menabung untuk membeli laptop. ‘’Saat ini saya sedang coba belajar aplikasi gadget dari anak,’’ ungkapnya.

Djoko bertekad tidak ingin kalah dari generasi milenial. Karena itu, dia ingin kuliah sungguh-sungguh. ‘’Belajar itu harus serius menyerap ilmu yang didapat dari perkuliahan dan mengimplementasikannya pada kehidupan sehari-hari,’’ tuturnya.

Berkat semangat Djoko itu, pihak kampus lantas memberikan penghargaan kepadanya. Yakni, sebagai mahasiswa dengan motivasi dan semangat tinggi. Unipma juga akan memberikan pendampingan perkuliahan daring dan aplikasi belajar.

Namun, keterampilan Djoko tak bisa diremehkan. Bahkan, dirinya sering membantu mahasiswa yang sedang melakukan penelitian. ‘’Rencananya kami akan menggandeng beliau sebagai mitra dalam praktik elektro,’’ kata Wakil Rektor III Unipma R. Bekti Kiswardianta.

Kiswardianta berharap, kehadiran Djoko di Unipma dapat memotivasi belajar mahasiswa lainnya. ‘’Kisah perjalanan hidup Djoko akan kami jadikan film dokumenter. Karya tersebut merupakan bentuk penghargaan kami terhadap kegigihan beliau,’’ terangnya. (fit/c1/her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close