Ngawi

Divonis 5 Tahun Penjara, Mantan Sekretaris Dindik Ngawi Ajukan Banding

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Perkara korupsi pengadaan lahan SMPN 1 Mantingan naik banding. Itu setelah kedua terdakwa, Hadi Suharto dan Suprianto mengaku keberatan dengan hasil putusan yang diberikan oleh hakim Pengadilan Tipikor Surabaya. ‘’Pengajuan bandingnya masih dalam proses penyerahan memori banding,’’ kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi David Nababan, Rabu (3/2).

Pada sidang putusan pertengahan Januari lalu, Hadi divonis penjara lima tahun dan denda sebesar Rp 200 juta. Mantan sekretaris Dinas Pendidikan (Dindik) Ngawi itu terbukti melakukan tindak pidana korupsi pengadaan lahan SMPN 1 Mantingan secara bersama-sama.

Sementara, Suprianto diganjar penjara enam tahun dan denda Rp 200 juta. Tak hanya itu, pengadilan juga memutuskan para terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp 1,09 miliar. ‘’Jika uang pengganti tidak dibayarkan dalam jangka satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, harta benda terpidana akan disita oleh jaksa,’’ paparnya. ‘’Kalau tidak mempunyai harta benda yang mencukupi, diganti pidana penjara selama dua tahun penjara,’’ imbuhnya. (mg3/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close