Madiun

Ditukar Aset PT KAI, Buntu Separo Jalan Sunaryo

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ternyata butuh lobi Jakarta untuk memuluskan ruilslag (tukar guling) sisi utara dan tepi selatan Jalan Kompol Sunaryo. Separo Jalan Kompol Sunaryo sisi utara hingga trotoar selebar 9 meter –persis di depan Stasiun Madiun– memanjang dari barat ke timur milik Pemkot Madiun. Di selatan jalan ada lahan dengan lebar 12 meter dari halaman kantor Daop VII nyaris sama panjang ke timur adalah aset PT KAI (Persero).

Kedua pihak nyaris sepakat dua bidang lahan itu ditukar guling. Kepunyaan pemkot seluas 3.844,6 meter persegi bakal ditukar dengan tanah milik PT KAI seluas 4.613,15 meter persegi.

Anggota Komisi V DPR RI Hartono Senin (9/11) sengaja turun gunung untuk menengahi pertemuan wakil Pemkot Madiun dengan Balai Teknik Perkeretaapian. ‘’Ini demi sinkronisasi program,’’ kata Hartono.

Dia kemarin melakukan sidak bersama ke kawasan Stasiun Madiun. Separo Jalan Kompol Sunaryo di sisi utara sedianya dipakai memperluas fasilitas parkir stasiun. Sedangkan Pemkot Madiun bermimpi mengoneksikan stasiun dengan fasilitas publik hingga Pahlawan Street Center (PSC) sampai Perempatan Tugu melalui jalur pedestrian. Hartono menyebut sudah muncul sinyal kesepakatan antara dua pihak. ‘’Perlu ditindaklanjuti, kami tidak terlibat teknis. Di tataran makro, kami mendukung karena menyangkut fasilitas umum demi peningkatkan pelayanan kepada masyarakat,’’ jelasnya.

Menurut dia, kesepakatan pemkot dan PT KAI perlu backup data yang perlu digarap bareng. Urusan teknis seperti ini bakal ditangani dinas pekerjaan umum dan tata ruang (DPUTR) dengan Balai Teknik Perkeretaapian. Nah, acuannya adalah perundang-undangan dan perangkat peraturannya. ‘’Kapan bangunan dibongkar dan urusan teknis lainnya menjadi  tugas tim,’’ ungkapnya.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Timur Jumadi menyebut, penjajakan kemarin menyambung proses yang sempat mandek bersamaan munculnya pandemi Covid-19 sekitar  Maret lalu. ‘’Prinsipnya kami mendukung untuk kepentingan masyarakat. Pelayanan harus nyaman, aksesibilitas lebih baik dan aman,’’ ujar Jumadi.

Jika ruilslag itu kelak kelar, Jalan Kompol Sunaryo akan bergeser ke selatan memanfaatkan lahan milik PT KAI. Sebaliknya separo jalan di sisi utara dipakai perluasan lahan parkir stasiun. ‘’Administrasi pengelolaan aset yang harus dibicarakan. Intinya kami mendukung,’’ tuturnya.

Yang menjadi catatan penting dalam ruilslag adanya selisih luas 768,55 meter persegi. Kedua pihak perlu membentuk tim khusus (timsus) yang akan membahas persoalan teknis secara detail berikut eksekusinya. Nah, selisih luas lahan itu dapat dituangkan dalam perjanjian kerja sama (PKS). ‘’Karena banyak stakeholder, intinya bagaimana merumuskan dengan baik,’’ sambungnya.

Wali Kota Maidi ingin Madiun memiliki stasiun dengan sarana-prasarana papan atas. Pihaknya bakal membangun jalur pedestrian yang langsung menghubungkan stasiun dengan fasilitas publik. Mulai mapolres, kantor pos, kantor bakorwil, hingga Balai Kota. Tanpa kecuali, terkoneksi dengan pusat perbelanjaan di Jalan Pahlawan tembus ke Perempatan Tugu. ‘’Stasiun Madiun akan menjadi yang terbaik dan percontohan,’’ ucap Maidi. (kid/c1/hw)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button