MejayanPendidikan

Ditodong Beli Laptop, Wali Murid Mengeluh

Siswa SMAN 1 Mejayan di Masa Sulit Pandemi

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Sebagian wali murid kelas X SMAN 1 Mejayan, Kabupaten Madiun, pusing tujuh keliling. Ketika daya beli belum pulih akibat pandemi Covid-19, lembaga pendidikan itu mewajibkan beli laptop. ‘’Beli paket internet untuk belajar online saja susah,’’ keluh Kembang, bukan nama sebenarnya, salah seorang wali murid, Kamis (22/10).

Warga Kecamatan Mejayan itu tahu todongan membeli laptop dari anaknya beberapa hari lalu. Informasi itu terusan dari pengumuman yang disampaikan guru kelas. Kerja sebagai pembantu rumah tangga dengan bayaran pas-pasan, kebijakan itu dirasa memberatkan. ‘’Saya bukannya mengesampingkan pendidikan untuk anak. Tapi, saat ini ada kebutuhan lain yang lebih mendesak,’’ ujarnya.

Kalaupun tujuannya belajar online, Kembang menilai penggunaan smartphone sudah cukup. ‘’Harapannya pembelian laptop ditunda,’’ tuturnya.

Kepala SMAN 1 Mejayan Agus Supriyono mengatakan, kebijakan 315 siswa kelas X membeli laptop masih sebatas rencana. Perangkat itu nantinya bukan pengadaan dari lembaganya, melainkan beli sendiri. Namun, realisasinya perlu melewati sejumlah tahapan, salah satunya rapat komite. Kondisi ekonomi dan pandemi menjadi pertimbangan dalam mengambil putusan. ‘’Rencana ini baru di permukaan. Bisa terlaksana tidaknya, ya belum bisa memastikan,’’ katanya.

Menurut Agus, laptop dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Selain itu, peserta didik mampu bersaing dan terbiasa dengan dunia digital. ‘’Membiasakan dengan perkembangan zaman,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button