Ponorogo

Diterjang Arus, Jembatan Gantung Hanyut

PONOROGOJawa Pos Radar Ponorogo – Jembatan gantung di Desa Dadapan, Kecamatan Balong, terputus. Putusnya jembatan penghubung antardesa tersebut diduga disebabkan tidak mampu menahan derasnya terjangan arus anak Sungai Slahung. Bahkan, konstruksi jembatan sepanjang 20 meter berbahan pelat besi itu hanyut terbawa arus sungai.

Hanyutnya konstruksi jembatan alternatif yang menghubungkan Desa Dadapan, Balong, dengan Desa Gombang, Slahung, itu diketahui pada Rabu sore (25/3). Saat itu, dua wilayah tersebut usai diguyur hujan deras pada Selasa malam (24/3).

Kondisi tersebut membuat volume air anak Sungai Slahung meningkat dengan membawa material sampah berupa bambu dari hulu. Beruntung tidak ada korban jiwa. Pun tidak ada warga yang melintas. Sebelumnya pengguna jembatan diimbau untuk sementara waktu tidak menyeberang jembatan bernama lain Jembatan Trunojoyo tersebut.

Bupati Ipong Muchlissoni yang menerima laporan itu langsung meluncur ke lokasi kejadian. Dia menduga jembatan yang baru diperbaiki swadaya oleh masyarakat pada 2018 lalu itu tidak kuat menahan debit air sungai. Sehingga, perlahan sling baja yang berfungsi sebagai pengait sisi jembatan terputus. ‘’Akibat derasnya air sungai, jembatan tertabrak batang-batang bambu yang hanyut,’’ katanya, Rabu lalu.

Dengan demikian, untuk melakukan aktivitas, kerja, dan sekolah, warga harus memutar sejauh satu kilometer. Sebagai tindak lanjut, Ipong menjanjikan penanganan segera. ‘’Akan segera kami rapatkan,’’ ujarnya.

Sebenarnya, kata Ipong, penanganan bisa dilakukan cepat. Asalkan pembangunan jembatan gantung baru nanti tidak membutuhkan biaya lebih dari Rp 200 juta. Pengerjaannya dapat memanfaatkan mekanisme penunjukan langsung (PL). ‘’Kalau tidak sampai Rp 200 juta, segera kami bangun jembatan permanen. Akan tetapi bentuknya jembatan gantung,’’ kata Ipong. (naz/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close