Pacitan

Disperta Evaluasi Serapan Pupuk Subsidi

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Banyak faktor yang melatarbelakangi kelangkaan pupuk selama ini. Mulai percepatan masa tanam hingga terimbas kebijakan kartu tani.

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Pacitan Bambang Supriyoko menyebut, anomali cuaca di tahun lalu membuat para petani berbondong-boncong ’’colong start’’. Proses tanam yang umumnya dilakukan Oktober-November dipercepat sebulan. ‘’Karena semua berbarengan, akhirnya kesulitan air dan pupuk,’’ ujarnya, Senin (15/3).

Disperta mulai menyusun skema anyar terkait pengelolaan pupuk. Salah satunya memastikan distribusinya dari kabupaten ke desa tidak menemui kendala. Sekaligus mengantisipasi ketimpangan jenis pupuk di setiap masa tanam. ‘’Kami ingin semua jenis pupuk terserap. Tahun lalu baru 98 persen penyerapannya,’’ kata Bambang.

Jatah pupuk tahun ini mencapai 59,6 ribu ton dari usulan 96,7 ribu ton. Urea dialokasikan 100 persen. Sedangkan SP-36, ZA, NPK, dan organik baru dialokasikan separo dari usulan. (gen/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button