Advertorial

Disperkim Rehab Puluhan Tempat Tinggal Tak Layak

Rumah Nyaman, Tidur pun Nyenyak

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Populasi rumah tidak layak huni (RTLH) terus dipangkas Pemkab Magetan. Sebanyak 78 unit bangunan diperbaiki lewat program peningkatan kualitas perumahan swadaya dana alokasi khusus (DAK) 2020. ‘’Setiap unit diberi bantuan bahan bangunan senilai Rp 17,5 juta,’’ kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Magetan Elmy Kurniarto.

Elmy menguraikan, 78 rumah yang dihuni masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) itu tersebar di lima desa/kelurahan di dua kecamatan. Yakni, Kelurahan Sukowinangun, Selosari, Magetan; Desa Tambakrejo (Magetan); serta Kelurahan/Kecamatan Maospati. ‘’Penyaluran bantuan dari bank yang diteruskan ke toko bangunan,’’ ujarnya.

Sementara, 19 unit mendapat bantuan RTLH MBR senilai Rp 35 juta. Jumlah belasan itu tersebar di Desa/Kecamatan Sidorejo; Kelurahan Bulukerto, Magetan; Kembangan, Sukomoro; Mantren, Karangrejo; dan Kedungpanji, Lembeyan. ‘’Data penerima bantuan diambilkan dari data akhir 2019 yang sebelumnya sudah diverifikasi,’’ terangnya.

Elmy menyebut, pelaksanaan seluruh program didampingi tenaga fasilitator lapangan (TFL) yang terlatih. Mereka menghitung kebutuhan bahan bangunan hingga pelaporan kegiatan. Pihaknya berharap RTLH yang diperbaiki semakin banyak. Sebab, masih ada 6.500 unit rumah butuh perbaikan. ‘’Tahun depan kami usul perbaikan 121 unit RTLH yang masing-masing dapat alokasi Rp 20 juta,’’ ungkapnya.

Sulastri, salah seorang penerima bantuan, berterima kasih atas rehabilitasi yang diberikan pemkab. Warga Maospati itu menyebut bahwa rumahnya tidak bisa ditempati dan nyaris roboh. ‘’Rumah nyaman dan aman ditinggali. Saya bersama keluarga bisa tidur nyenyak setiap malam,’’ ucapnya. (ebo/fat/c1/cor/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button