Ngawi

Dispencapil Ngawi Kehabisan Stok Blangko E-KTP

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Puluhan ribu warga Ngawi terpaksa mengantre untuk mendapatkan KTP elektronik (e-KTP) baru. Pasalnya, sejak beberapa bulan terakhir stok blangko identitas kependudukan itu kosong. ‘’Habis sejak Lebaran tahun lalu,’’ kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispencapil) Sugeng Senin (13/1).

Sebelum Lebaran tahun lalu pihaknya sempat mendapatkan jatah sekitar 50 ribu blangko e-KTP dari pemerintah pusat. Namun, karena kebutuhan saat itu cukup banyak, stok sebanyak itu habis dalam waktu singkat. ‘’Karena waktu itu kan kebetulan juga sedang ada pemilu,’’ ujarnya.

Setelah blangko itu habis, pihaknya sempat menerima kiriman lagi. Namun, hanya sekitar 500 keping. Lalu, sebulan kemudian mendapat tambahan 2 ribu blangko. ‘’Jumlah segitu jelas tidak sebanding dengan kebutuhan di Ngawi yang tinggi,’’ ungkap Sugeng.

Berapa kebutuhan riil blangko e-KTP di Ngawi saat ini? Sugeng menyebut, untuk warga yang baru kali pertama memiliki e-KTP jumlahnya sekitar 6 ribu. Sedangkan pemohon dengan alasan rusak, hilang, ganti data, dan sebagainya mencapai kisaran 36 ribu. ‘’Jadi, totalnya 42 ribu keping,’’ tuturnya. ‘’Kami sudah usulkan ke pemerintah pusat sekitar 30 ribu,’’ imbuh Sugeng.

Melihat kondisi sekarang, dia pesimistis usulan tersebut bakal dipenuhi seluruhnya. Sugeng memprediksi akan mendapat jatah maksimal separo dari jumlah itu. Setidaknya, kata dia, bisa untuk kebutuhan prioritas. Sedangkan pemohon nonprioritas kelak dapat diberikan surat keterangan (suket) lebih dulu sambil menunggu kiriman blangko berikutnya. ‘’Perkiraan kami bulan Februari nanti sudah dikirim, syukur kalau bisa lebih cepat,’’ ucapnya.

Dia berharap digelarnya pilkada tahun ini menjadi pertimbangan pemerintah pusat lebih memprioritaskan kebutuhan blangko e-KTP di Ngawi. ‘’Mudah-mudahan saja (jadi prioritas), karena e-KTP sangat diperlukan dalam pilkada,’’ harapnya.

Ditanya soal kebutuhan material dokumen kependudukan lain seperti kartu keluarga, akta kelahiran, dan kartu identitas anak (KIA), Sugeng menyatakan tidak ada kendala. Sebab, pihaknya bisa melakukan pengadaan sendiri. Berbeda dengan e-KTP yang ditangani pusat. ‘’Sebenarnya tidak perlu banyak (stok), yang penting stabil,’’ ujarnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close