AdvertorialNgawi

Dispencapil Ngawi Genjot Target Pengguna

22.575 Anak Sudah Miliki KIA

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Fokus utama yang ingin dicapai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispencapil) Ngawi tahun ini berbeda dari sebelumnya. Setelah mampu memenuhi target pemerintah pusat terkait perekaman dan percetakan KTP elektronik (e-KTP), dispencapil kini mulai menggenjot program kartu identitas anak (KIA). ‘’Karena KIA itu fungsinya sangat penting untuk anak-anak,’’ kata Kepala Dispencapil Ngawi Sugeng Senin (17/2).

Sugeng menyebut, kegunaan KIA bagi anak-anak itu seperti e-KTP untuk orang dewasa. Selain untuk mengurus pendidikan, juga digunakan saat pembuatan paspor, membuka rekening tabungan di bank, dan lainnya. ‘’Fungsinya sama dengan e-KTP dan itu (KIA, Red) menjadi identitas yang otentik di Indonesia, khususnya untuk anak-anak,’’ jelasnya sembari menyebut perbedaan KIA dengan e-KTP hanya pada proses pembuatannya. KIA tidak membutuhkan rekaman iris mata dan sidik jari layaknya e-KTP.

Saat ini, lanjut Sugeng, untuk anak wajib KIA di Ngawi –yaitu yang berusia 5 tahun sampai 17 tahun kurang sehari- totalnya ada 125.825 anak. Dari jumlah itu, dia menyebut ada sekitar 22.575 anak yang sudah memiliki KIA hingga sekarang. Itu artinya, masih sekitar seratus ribu anak lebih yang belum mencetak KIA. ‘’Makanya, mulai tahun ini akan kami genjot targetnya,’’ janji Sugeng.

Dia menargetkan, sisa anak yang belum memiliki KIA itu bisa klir dalam dua tahun ke depan. Dia yakin dapat menyelesaikan KIA sebanyak kurang lebih 15 ribu untuk tahun ini. Memang masih kurang banyak jika dibandingkan dengan kekurangan yang belum dicetak sekarang. ‘’Untuk target tahunan memang kami mematok angka terendah, tapi biasanya bisa terlampaui hingga dua kali lipat, bahkan lebih,’’ paparnya.

Keyakinan Sugeng itu tidak sekadar omong kosong. Dia mengaku sudah melakukan sosialisasi ke semua sekolah terkait pentingnya memiliki KIA untuk anak-anak. Saat ini, pihaknya tinggal melayani sekolah mana saja yang siap untuk diproses cetaknya. ‘’Strategi kami memang seperti itu. Jadi, tidak mengundang anak datang ke kantor (dispencapil), sangat berisiko. Tapi, kami yang akan turun ke sekolah jika semua data siap dicetak,’’ terangnya.

Mengenai ketersediaan blangko untuk KIA, Sugeng mengaku tidak ada persoalan. Pemerintah daerah yang mengupayakan sendiri. Berbeda dengan e-KTP. Sugeng juga mengaku Pemkab Ngawi sangat mendukung program KIA tersebut. Buktinya, tahun ini sudah dianggarkan untuk penambahan blangko sekitar 20 ribu keping. ‘’Dengan persiapan yang ada, kami yakin tahun depan program KIA di Ngawi bisa tuntas seluruhnya,’’ ucapnya. (tif/c1/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button