Pacitan

Disparpora Pacitan Stop Alokasi Cabor tanpa Prestasi

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Aada prestasi, dana insentif barulah dapat dinikmati. APBD yang dikucurkan harus diganti dengan prestasi mumpuni. Jika atlet binaan gagal menoreh prestasi, bersiap puasa anggaran di tahun depan. Begitulah rumus penganggaran bagi cabang olahraga (cabor) di Pacitan.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Pacitan Andi Faliandra menyebut bahwa pola penganggaran bagi cabor ketat. Sebab, jatahnya terbatas. Hanya Rp 600 juta yang dialokasikan untuk belasan cabor. Mulai tahun ini pengalokasiannya tidak dibagi rata seperti sebelumnya. Namun, dibagikan berdasarkan skala prioritas. ‘’Tidak semua cabor harus mendapat anggaran yang sama, tapi kami lihat potensinya,’’ ujar Andi, Minggu (12/9).

Setiap cabor wajib andil dalam kompetisi bila mau mencicipi anggaran. Tak sekadar berpartisipasi, minimal masuk peringkat 10 besar di tingkat provinsi. ‘’Syukur-syukur bisa memboyong trofi,’’ harapnya.

Harus diakui beberapa cabor minim potensi. Seperti renang dan bowling yang keberadaannya minim fasilitas penunjang. ‘’Kalau ikut kompetisi renang, kami akan kesulitan karena tidak punya kolam kelas Olimpiade. Bowling juga tidak ada tempat latihannya,’’ ungkapnya. (gen/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button