AdvertorialMagetan

Disnakkan Magetan Gelar Bazar Olahan Peternakan dan Perikanan

TELUR MAGETAN AMAN DIKONSUMSI TANPA DIOKSIN

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Bazar produk olahan peternakan dan perikanan dimanfaatkan untuk mengampanyekan konsumsi telur dan susu kepada masyarakat.

Momentum penyelenggaraan bazar pada Jumat (27/12) itu tepat. Apalagi, setelah ditemukannya telur mengandung dioksin di Sidoarjo. Konsumsi telur menjadi berkurang. Padahal, dengan adanya temuan itu bukan berarti telur dari daerah lain juga mengandung dioksin. ‘’Itu kasuistik. Tidak bisa digeneralisasikan seolah-olah semuanya tercemar,’’ kata Bupati Magetan Suprawoto.

Diakui Kang Woto -sapaan bupati- mengonsumsi protein hewani bisa memenuhi kebutuhan protein dalam tubuh. Sekaligus meningkatkan pendapatan bagi pelaku usaha peternakan dan perikanan. Mengingat, banyak pelaku usaha susu dan telur di kabupaten ini. Tanpa mengambil dari luar daerah, stok telur dan susu di Magetan aman. ‘’Pemerintah tugasnya menciptakan ekosistem. Salah satunya dengan mencontohkan seperti ini,’’ ujarnya.

Kang Woto juga mengingatkan masyarakat harus mengubah pola hidupnya. Selama ini masyarakat sering kendur dalam mengontrol makanan yang dikonsumsi. Padahal, jika diteruskan bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Makan enak belum tentu sehat. Sedangkan jika badan sehat, makan apa pun sudah pasti enak. ‘’Mindset seperti itu harus ditanamkan kepada masyarakat. Kalau sehat, otomatis tidak akan merepotkan siapa pun,’’ tuturnya.

Kepala Disnakkan Magetan drh Kustini mengatakan, bazar merupakan agenda rutin  setiap Jumat pada pekan ketiga. Namun, di akhir tahun ini sengaja digelar pada pekan terakhir. Tak hanya bazar, juga pemberian paket gizi kepada pelajar. Serta pemberian hadiah dan penghargaan kepada pemenang lomba kelembagaan kelompok tani terbaik. ‘’Kami melibatkan pelaku-pelaku usaha binaan,’’ terangnya.

Diajaksertanya siswa SDN Sukowinangun 2 guna memastikan stok telur di Magetan aman untuk dikonsumsi. Tanpa kandungan dioksin. Disnakkan sudah mengambil langkah cepat pasca temuan kasus di daerah lain tersebut. ‘’Supaya masyarakat tidak gamang untuk mengonsumsi telur,’’ pungkasnya. (bel/c1/fin/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button