Madiun

Dishub Pastikan Pembatas Laju Kecepatan Tak Melabrak Aturan

SPEED TABLE DEPAN BALAI KOTA TUAI PRO KONTRA

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Jika tidak ingin celaka, patuhi rambu larangan kecepatan maksimal 30 km/jam yang terpajang di Jalan Pahlawan. Sebab, di badan jalan Malioboro-nya Kota Madiun itu kini terdapat dua polisi tidur berukuran raksasa alias speed table.

Proses pengerjaannya belum selesai sehingga speed table itu tampak terlihat tinggi. Keberadaannya pun viral di jagad maya setelah sekelompok remaja menjadikannya arena trail. Dalam unggahan video itu juga memperlihatkan seorang pengendara terjatuh. Pun, sebuah mobil sedan ceper kesulitan lewat.

Keberadaan polisi tidur raksasa menimbulkan pro kontra di masyarakat. Ada dua titik pembangunan speed table yakni depan balai kota dan di depan Plaza Madiun. Kedua speed table itu dibangun di atas zebra cross. Lantas, apa urgensi polisi tidur raksasa itu dibangun dan seperti apa landasan aturannya?

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun Ansar Rosidi menjelaskan, speed table berfungsi membatasi laju kecepatan kendaraan. Ansar memastikan keberadaannya tidak melabrak aturan. ‘’Itu adalah alat pengendali lalu lintas,’’ katanya.

Ansar membeberkan, pembangunan speed table itu mendasar Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 82/2018 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Lalu Lintas. Di dalam aturan tersebut juga diatur tentang ukuran maksimal lebar speed table yakni 6,6 meter dengan ketinggian diatur sedemikian rupa sehingga kemiringan mencapai 15 persen. ‘’Saat ini masih dalam proses pengerjaan oleh DPUTR (dinas pekerjaan umum dan tata ruang, Red) Kota Madiun,’’ lanjutnya.

Informasi yang dihimpun redaksi, volume speed table  memiliki lebar empat meter dengan ketinggian sekitar 15 sentimeter. Ansar menyebut ukuran itu masih pada koridor dan tidak menyimpang dari aturan. Pun tidak membahayakan. Sebab, pembangunan speed table sejauh ini belum rampung. ‘’Kalau selesai, nanti sudah sesuai,’’ ungkapnya.

Alasan lain pembangunan speed table dipicu banyaknya pengendara yang melanggar batas kecepatan maksimum. Pahadal, rambu batas kecepatan maksimum sudah terpasang di sepanjang jalur tersebut. Batas kecepatan maksimum yang diizinkan tidak lebih dari 30 km/jam. Ke depan, speed table  juga berfungsi sebagai zebra cross. ‘’Memang arahnya untuk pengendalian kecepatan dan memberikan rasa aman,’’ ujarnya.

Menanggapi sekelompok anak muda yang kebut-kebutan mengendarai motor trail, Ansar memastikan itu menyalahi aturan. Pihaknya bakal berkoordinasi dengan aparat penegak hukum. ‘’Jelas itu melanggar aturan karena membahayakan diri sendiri dan orang lain. Kami akan lakukan koordinasi dengan kepolisian. Itu sering terjadi jam dua belas malam,’’ ungkapnya. (kid/c1/fin) 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button