Ngawi

Dishub Ngawi soal Keberadaan Pelican Crossing di Sejumlah Sekolah

Tunggu Setahun, Tak Efektif Dipindah

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Fasilitas pelican crossing di sejumlah sekolah wilayah Ngawi sempat menuai sorotan. Pasalnya, tidak banyak warga yang memanfaatkannya. Pun, tak sedikit pengguna jalan yang nekat menerobos saat lampu alat tersebut menyala merah.

Terkait hal itu, dishub bakal mengusulkan ke pemerintah pusat agar pelican crossing dipindahkan jika keberadaannya tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Sebab, masih banyak sekolah lain yang menginginkan dipasangi alat bantu penyeberangan tersebut. ‘’Kadang memang ada yang tidak mau memakai, tapi masih banyak kok yang membutuhkan,’’ kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Ngawi Rahmad Didik Purwanto Kamis (16/1).

Dia juga tak menampik ada saja pengendara yang enggan berhenti meski lampu pelican crossing menyala merah dan sejumlah warga hendak menyeberang. ‘’Kita tunggu sampai setahun ke depan. Tapi, kami yakin semua sekolah yang mendapat bantuan itu tidak ingin (pelican crossing) dipindah,’’ ujarnya.

Didik menjelaskan bahwa pemasangan pelican crossing satu paket dengan pengecatan jalan dan pembangunan halte bus. Semuanya bantuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui program Rute Aman Selamat Sekolah (RASS) pada 2019 lalu. Saat itu Ngawi mendapat paket bantuan untuk 16 titik dengan nilai sekitar Rp 5 miliar. ‘’Jadi, itu anggaran dari pusat, bukan APBD,’’ tuturnya.

Pemasangan pelican crossing, lanjut Didik, diharapkan bisa membantu warga yang hendak menyeberang jalan. Selain itu, demi menekan angka kecelakaan lalu lintas. ‘’Pemasangan maupun perawatannya juga ditanggung pemerintah pusat karena merupakan aset pusat,’’ sebutnya.

Sementara, Haning Dwi, guru SMK 10 November, menyebut keberadaan pelican crossing sangat membantu warga. Terutama yang terpasang di depan sekolahnya di Jalan Raya Solo, Desa Grudo. Sayangnya, fasilitas penyeberangan itu tidak dapat efektif 100 persen. ‘’Setiap hari banyak yang menggunakan, tapi mungkin karena sini jalur cepat, banyak kendaraan yang tidak mau berhenti,’’ ujarnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close