Madiun

Dishub Ancam Tilang Truk Tronton Lewat Munggut

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Truk tronton haram melintasi Jalan Raya Munggut. Ruas di Kelurahan Munggut, Wungu, Kabupaten Madiun, itu tidak boleh dilewati kendaraan dengan tonase di atas 20 ton. Larangan itu pengecualian bagi kebijakan pengalihan kendaraan berat dari arah utara yang tidak bisa melewati Kota Madiun. ‘’Diberlakukan ketentuan-ketentuan khusus,’’ kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun Supriyadi Selasa (7/4).

Supriyadi menjelaskan, larangan itu mempertimbangkan kondisi jalan dan Jembatan Munggut. Jalan alternatif menuju Ponorogo itu termasuk kelas III. Tidak ideal dilewati truk dan kendaraan lainnya dengan berat 20 ton. Di sisi lain, terdapat sejumlah keretakan pada jembatan peninggalan zaman kolonial Belanda itu. Potensi terjadinya hal yang tidak diinginkan tinggi bila dipaksakan melintas. ‘’Kendaraan besar di bawah 20 ton, misalnya bus, masih bisa. Kalau yang lebih dari itu dialihkan ke ring road Madiun,’’ paparnya.

Dia tidak memungkiri, kemungkinan kendaraan melebihi batas tonase nyelonong melintas. Karenanya, sejumlah petugas disiagakan di lokasi untuk melakukan pengawasan. ‘’Kalau memang ditemukan pelanggaran akan ditindak tegas. Bisa dengan tilang,’’ ujarnya seraya menyebut ada dua buah papan larangan dipasang di bibir Jembatan Munggut.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun Anang Tri Widodo menyebut, konstruksi Jembatan Munggut tidak memenuhi standardisasi. Sebab, konstruksinya masih menggunakan rollag batu kali. Apalagi, jembatan selebar tujuh meter dengan panjang 22,5 meter itu sudah lebih dari 25 tahun tidak direnovasi. ‘’Semoga tidak ada kendaraan yang melebihi batas tonase 20 ton melintas di sana,’’ harapnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close