Pacitan

Diserang Kritik, Pak In Tak Pernah Mutung

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Pagi itu, Bupati Pacitan Indartato tak kuasa menahan haru. Ketika didatangi awak media di halaman wingking (halking) Pendapa Pacitan Selasa (30/3). Bukan sekadar menyapa atau wawancara, kedatangan mereka secara tiba-tiba itu membawa serta bunga anggrek.

Bunga bernama ilmiah Phalaenopsis itu dianggap identik dengan Pak In, sapaan Bupati Indartato. Sebagai sosok yang mampu ditempatkan di mana pun, baik di dalam maupun luar ruangan. Warna putih melambangkan kerendahan hati. Warna ungu melambangkan martabat dan rasa hormat atas kerja keras membangun Pacitan. ‘’Semoga bunga ini bisa dirawat dengan baik seperti jalinan mitra selama ini,” tutur Nuryani, wartawan senior di Pacitan.

Selama menjadi orang nomor satu di Pemkab Pacitan, Pak In tak pernah bersikap jemawa. Dalam beberapa kesempatan, dia tak pernah sungkan saat dijamu wartawan dengan nasi tiwul maupun ketela goreng. ‘’Pak In itu orangnya santun, juga bermartabat. Tidak pernah menolak saat diwawancara,’’ ungkap wartawan Grindulu FM itu.

Pak In tahu betul momen-momen kebersamaannya bersama awak media di Pendapa Pacitan tinggal menghitung hari. Hingga menjelang purna menakhodai Pacitan dua periode belakangan, Pak In konsisten rendah hati dan murah senyum. Meski kerap dikritik, dia tak pernah mutung, apalagi sampai nyatru. ‘’Saya itu justru senang kalau dapat kritikan. Saya anggap sebagai masukan dan mengingatkan saya supaya tidak terjerumus ke lubang kesalahan,’’ kata Indartato. (gen/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button