PendidikanPonorogo

Diprotes Keras, Cabdindik Batalkan Perpanjangan Pendaftaran SMA Negeri

PONOROGO – Protes keras dari SMA swasta dan berbagai elemen masyarakat memaksa cabdindik mengurungkan niatan memperpanjang penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara offline. ‘’SMA swasta, terutama yang ada di Ponorogo tidak perlu khawatir,’’ tutur Kasi SMA Cabdindik Jatim Wilayah Ponorogo Zamroni, Kamis (27/6).

Wacana membuka PPDB jilid dua secara offline memang sempat menjadi pertimbangan cabdindik. Menyikapi masih adanya sejumlah SMA negeri di pinggiran yang kesulitan memenuhi pagu. Bahkan, ada yang pagunya baru terpenuhi sekitar 50 persen. Lantaran menuai protes, rencana perpanjangan pun diurungkan. ‘’Tidak ada perpanjangan PPDB baik online maupun offline. Kami ikuti petunjuk teknis yang ada,’’ janjinya.

Zamroni tetap menimbang persoalan minimnya pagu peserta didik baru di sejumlah sekolah negeri. Dari 16 SMAN, baru enam yang terpenuhi seratus persen. Hanya di SMAN 1, 2, dan 3 Ponorogo, SMAN 1 Badegan, SMAN 1 Babadan, dan SMAN 1 Pulung. Keterpenuhan pagu SMA negeri lainnya baru di kisaran 50-70 persen. ‘’Solusi jangka panjang perlu dipikirkan. Juga, ada kemungkinan sebagian sekolah di-regrouping,’’ ungkapnya.

Zonasi, tegas Zamroni, perlu ditata ulang supaya siswa semakin merata memenuhi sekolah-sekolah negeri. Pada PPDB 2019/2020 kali ini, harapan itu belum terpenuhi dengan baik lantaran penataan zonasi yang kurang maksimal. Contohnya, SMAN 2 dan SMAN 3 Ponorogo berada dalam satu zona. ‘’Ini dua sekolah yang cukup favorit tapi berada dalam satu zona. Akan diatur lagi supaya ke depan tidak seperti ini,’’ tegasnya.

Cabdindik juga mengevaluasi pemenuhan pagu di sejumlah sekolah pinggiran. Ada kemungkinan me-regrouping sekolah negeri jika memang selalu sepi dari tahun ke tahunnya. Wacana penggabungan ini tidak berpengaruh banyak terhadap jam mengajar lantaran kabupaten ini pun masih minim guru. Kendati, penerapannya tetap perlu disertai evaluasi menyeluruh. ‘’Regrouping tidak sesederhana itu. Harus ada tim untuk mengevaluasi. Kalau untuk swasta, memang ada sejumlah sekolah yang akan berhenti beroperasi karena izin yang habis dan memang kekurangan siswa,’’ tukasnya. (naz/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button