Ngawi

Dinsos Tutup Pintu Adopsi Bayi yang Dibuang di Teras Rumah Warga

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pupus sudah harapan belasan warga yang hendak mengadopsi bayi yang dibuang di Dusun Banjarsari, Gendingan, Widodaren. Dinas Sosial (Dinsos) Ngawi memutuskan menutup pintu proses adopsi setelah penyelidikan polisi mengungkap ibu kandung bayi itu mulai menemui titik terang.

‘’Sudah kami tutup sejak Senin sore (4/11) setelah koordinasi dengan Polsek Widodaren,’’ ujar Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Ngawi Bulkis Hani Restu Luhur Senin (5/11).

Bulkis mengungkapkan, lebih dari 10 warga telah mengajukan permohonan adopsi bayi tersebut ke dinsos. Bahkan, beberapa di antaranya sudah melengkapi persyaratan adminstrasi yang dibutuhkan. ‘’Permohonan serupa juga diajukan ke Polsek Widodaren,’’ tuturnya.

Dia menyebut, pemohon adopsi memiliki berbagai latar belakang. Mulai pengusaha, pegawai negeri sipil (PNS), hingga aparat kepolisian. ‘’Nanti kalau orang tuanya sudah ketemu, kemungkinan besar akan diasuh sendiri atau diasuh neneknya,’’ ungkap Bulkis.

Kepala Dinsos Ngawi Tri Pujo Handono menambahkan, bayi tersebut saat ini berstatus anak negara. Pun, pengajuan adopsi harus dilakukan melalui panti asuhan milik Dinsos Provinsi Jatim di Sidoarjo. Di sana, bayi bakal menunggu hingga enam bulan sebelum diberikan kepada adopter. ‘’Enam bulan masa sampai ibu kandungnya ditemukan atau tidak,’’ ujarnya.

Dia menyebut, proses adopsi berstatus anak negara tergolong panjang. Persyaratannya pun tak sedikit. Mulai surat keterangan sehat fisik dan kejiwaan, umur minimal dan maksimal, hingga usia perkawinan pasangan calon adopter. Juga besaran penghasilan tahunan.

Meski begitu, dia memastikan penghasilan tinggi bukan penentu lolosnya proses adopsi. ‘’Nanti ada tim PIPA (pemberi izin pengangkatan anak, Red) untuk melihat dan menyeleksi calon adopter di lapangan,’’ ungkapnya kepada Radar Ngawi.

Dia menjelaskan, jika dalam kurun enam bulan orang tua kandung berhasil ditemukan, bayi bakal dikembalikan. Namun, jika yang bersangkutan terjerat kasus hukum, hak asuh diberikan ke nenek bayi. ‘’Nanti terserah keluarga dan polisi, kalau sanggup menghidupi tentu bayi tidak bisa diadopsi,’’ imbuhnya.

Salah seorang warga yang berniat mengadopsi bayi itu adalah Nova Polinasari., Perempuan asal Watualang, Ngawi, itu pada Senin lalu (4/11) sengaja mendatangi kantor dinsos. Kala itu, dokter hewan tersebut sempat mengisi formulir pengajuan adopsi.

Nova mengaku berniat mengadopsi bayi tersebut lantaran iba mendapati kenyataan ditinggal ibu kandungnya. Selain itu, lantaran belum memiliki keturunan sejak menikah tujuh tahun silam. ‘’Kok tega ibunya itu,’’ ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, sesosok bayi tanpa identitas ditemukan di teras rumah Sukardi, Sabtu lalu (2/11). Bayi ditemukan dalam kondisi terbaring berselimut bedong di kasur kecil. Tak jauh darinya ada tas beserta peralatan bayi lengkap dengan susu dan baju.

Usai mendapat perawatan tiga hari di puskesmas, dinsos merujuk bayi itu ke RSUD dr Soeroto Ngawi untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Sementara, polisi telah berhasil mengantongi identitas ibu kandung bayi malang tersebut. (gen/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button