Ponorogo

Dinkes Sebut Kasus Aktif Ponorogo Tinggi karena Pasien Isoman Tak Terpantau

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Minimnya pengawasan terhadap pasien positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman) berdampak pada tingginya kasus aktif. Sebaliknya, tingkat hunian selter justru rendah.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Ponorogo Rahayu Kusdarini membenarkan komposisi pola perawatan pasien Covid-19 itu. Kurang ketatnya pengawasan pasien isolasi mandiri ditengarai sebagai penyebab tingkat persebaran virus tetap tinggi. ‘’Sudah tertibkah isolasi mandiri di rumah? Itu kemungkinan yang memicu penularan terus berlangsung,’’ kata Irin, sapaan Kadinkes, Rabu (10/3).

Merujuk data dari Jatim Tanggap Covid-19, ada 51 pasien korona yang menjalani rawat inap di rumah sakit (RS) rujukan, 27 diisolasi di gedung observasi (selter), dan 109 lainnya memilih karantina mandiri di rumah masing-masing. ‘’Pasien terkonfirmasi wajib menjalani karantina maksimal agar tidak menjadi sumber persebaran virus. Kalau terjadi kebocoran disiplin maupun pengawasan, bukan tidak mungkin akan memunculkan klaster keluarga, tetangga, transmisi di komunitas, serta pergerakan populasi di tempat-tempat umum,’’ beber Irin. (mg4/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button