Madiun

Dinkes Anggap Kasus Noval-PWH Selesai

‘’Obat yang diberikan sesuai diagnosis panas, batuk, dan pilek. Jadi, kemungkinan bukan salah obat, melainkan alergi obat.’’ Soelistyo Widyantono, Kadinkes Kabupaten Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Supervisi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun ke klinik Pratama Wahyu Husada (PWH), Desa Dimong, Kecamatan/Kabupaten Madiun, hanya ”kulitnya”. Organisasi perangkat daerah (OPD) itu tidak menanyakan lebih dalam seputar dugaan pelanggaran standard operating procedure (SOP). ‘’Kami hanya berbicara kronologis,’’ kata Kepala Dinkes Kabupaten Madiun Soelistyo Widyantono Senin (9/12).

Soelis, sapaan akrab Soelistyo Widyantono, menjelaskan bahwa pihaknya sebatas mengonfirmasi laporan dari puskesmas setempat. Ihwal kronologis berobatnya Mohamad Noval Mohtarom, 4, warga Desa Nglambangan, Wungu, yang meninggal dengan kondisi sebagian tubuhnya melepuh. Hingga jenis obat-obatan yang dikonsumsi bocah dengan keluhan awal sakit demam tersebut. ‘’Obat yang diberikan sesuai diagnosis panas, batuk, dan pilek. Jadi, kemungkinan bukan salah obat, melainkan alergi obat,’’ sebutnya.

Tim supervisi tidak menanyakan SOP. Dalihnya, itu kewenangan pengelola klinik. Dinkes tidak bisa menyentuh manajemen sumber daya manusia (SDM) tempat pelayanan kesehatan swasta tersebut. Meskipun perawat seharusnya bisa menyadari ada indikasi alergi obat ketika Noval kontrol atau berobat kali kedua Minggu malam (1/12). Kemudian mengambil tindakan menghentikan sementara konsumsi obat-obatan. ‘’Permasalahan itu ada di klinik,’’ ujarnya.

Soelis menyebut, petugas medis telah melakukan anamnesis terhadap pasien. Wawancara seputar keluhan dan ada tidaknya alergi ketika mengonsumsi obat. Karena pasien tidak menyebutkan alergi, maka dilanjutkan pemeriksaan fisik. Dalam kasus jenis obat yang diberikan sama ketika berobat sebelumnya. Itu bisa jadi tubuh pasien mengalami perubahan dalam menerima kandungan obat. ‘’Setiap anak punya ketahanan tubuh sendiri atau reaksi alergi. Kami tidak tahu kalau ada obat yang mungkin tidak cocok,’’ bebernya.

Versi dinkes, perkara klinik PWH telah selesai. Sebab, dugaan mengonsumsi obat yang salah itu tidak tepat. Namun demikian, OPD itu menghormati upaya polisi menyelidiki kasus tersebut. Terutama mencari penyebab meninggalnya murid pendidikan anak usia dini (PAUD) itu. ‘’Kami serahkan ke aparat penegak hukum,’’ kata Soelis. (cor/c1/sat) 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close