Ngawi

Dinding Lab Retak, Kepala SMPN 2 Kasreman: Keliru Sejak Awal Pembangunan

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Kekeliruan terjadi pada pembangunan Laboratorium SMPN 2 Kasreman, Ngawi yang rusak. Hal itu diungkapkan oleh Kepala SMPN 2 Kasreman Fajar Budianto.

Dia mengatakan retaknya dinding ruang laboratorium bukan karena kesalahan pengerjaan tahun lalu. Melainkan kondisi topografinya yang tidak memadai. Bangunan di paling timur kompleks sekolah itu berada di atas tanah uruk. ‘’Sebelum ada laboratorium, dulunya parit,’’ kata Fajar, Rabu (8/9).

Menurutnya, pembangunan laboratorium keliru saat dibangun delapan tahun silam. Proses pengurukan tanah tidak sempurna hingga membuat fondasi dan konstruksi bangunan mudah rusak. Kali pertama Fajar bertugas di SMPN 2 Kasreman 2016 silam, kondisinya sudah rusak parah. Bahkan, tidak dapat digunakan. ‘’Beberapa kali mengajukan bantuan rehabilitasi, tapi baru terealisasi tahun lalu,’’ ujarnya.

Saat itu, SMPN 2 Kasreman dapat kucuran dana Rp 124 juta bersumber dari dana alokasi khusus (DAK). Penyusunan rencana anggaran biaya (RAB) berfokus pada penguatan fondasi, atap, plafon, dan lantai keramik.

Fajar mengklaim pengerjaannya telah sesuai perencanaan. Akan tetapi, hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Bangunan sudah rusak ketika belum genap setahun diperbaiki. ‘’Padahal, prioritasnya menambah kekuatan fondasi. Tapi, kenyataannya tetap ambles dan akhirnya bangunannya retak,’’ ungkapnya. (sae/c1/cor/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button