MadiunPendidikan

Dindik Kota Madiun Mulai Susun Aturan Main PPDB

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 masih lama. Namun, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun telah menyiapkan materi peraturan wali kota (perwal) yang menjadi petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan PPDB tersebut. ‘’Kami tetap konsisten mengikuti aturan pemerintah pusat,’’ kata Kepala Dindik Kota Madiun Heri Wasana Selasa (14/1).

Dia memastikan materi yang termaktub dalam perwal nantinya tidak jauh berbeda dengan ketentuan Kemendikbud. Misalnya soal persentase kuota pendaftaran di beberapa jalur. Baik itu jalur zonasi, afirmasi, maupun pindah domisili. Perbedaan kuota berpotensi hanya terjadi pada jalur prestasi. Karena kuotanya ditentukan sesuai kebutuhan daerah. ‘’Persentasenya 0–30 persen. Tinggal menyesuaikan dengan kondisi daerah,’’ jelasnya.

Besaran kuota jalur prestasi tersebut ditentukan berdasarkan sejumlah pertimbangan. Misalnya, supaya siswa yang di zona tempat tinggalnya tidak ada sekolah negeri dapat mendaftar jalur tersebut. Contohnya di wilayah Kartoharjo. Siswa dari wilayah itu bisa memanfaatkan jalur tersebut. ‘’Untuk afirmasi dibuktikan dengan surat keterangan tidak mampu (SKTM),’’ ujarnya.

Soal jalur pindah domisili, Heri menegaskan hanya diperuntukkan siswa yang orang tuanya pindah tugas atau dinas. Siswa diwajibkan menyertakan surat keputusan (SK) mutasi dari instasi atau tempat orang tua mereka bekerja. ‘’Tidak ada ceritanya nanti ramai-ramai minta surat pindah domisili ke kelurahan,’’ tuturnya.

Heri berharap penerapan perwal bisa memeratakan kualitas pendidikan di Kota Madiun. Karena kuota yang ditentukan dinilai sudah proporsional. Pihaknya menargetkan perwal tersebut tuntas bulan depan. ‘’Melalui aturan itu, pemerataan akses dan kualitas pendidikan dapat terwujud,’’ harapnya. (kid/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button