Madiun

Dinas Perdagangan Selidiki Alih Tangan Kios Pasar Tradisional

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Dua bulan lebih 10 hari kerja menjadi target Dinas Perdagangan Kota Madiun untuk menuntaskan pengelolaan kios bermasalah di 17 pasar tradisional. Dimulai sejak pekan ketiga Januari lalu menyelidiki kios balik nama di Pasar Manisrejo, Josenan, dan Panglima Sudirman.

Ada yang terdeteksi pindah kelola kepada anak atau saudara yang masih satu kartu keluarga (KK). Namun, ada pula yang memang sudah dipindah tangan kepada orang lain. Termasuk dijadikan ladang investasi dengan disewakan ulang dengan harga lebih mahal. ‘’Semisal pas sewa ke kami seharga Rp 3 juta untuk berjualan pakan burung. Karena sudah tidak dipakai, disewakanlah ke orang lain seharga Rp 5 juta. Parahnya lagi, ada yang belum habis masa sewa kemudian menjualnya,’’ kata Kabid Pengelolaan Pasar Rakyat Disperindag Kota Madiun Arie Kusdewanto.

Arie yakin praktik serupa masif terjadi di seluruh pasar tradisional. Karenanya, pendataan terus digencarkan. Guna mengakurasi data aset pasar berupa bedak, kios, dan bangunan yang belum dapat ketetapan di setiap pasar tradisional. ‘’Pendataan ini kami mulai dari pasar kecil berkapasitas 15-17 kios dengan bentuk ruko kecil,’’ ujarnya.

Setelah merampungkan pendataan awal, berlanjut menelisik pasar Mojorejo, Sonokeling, dan Sepur. Setiap harinya dinas perdagangan menerjunkan lima personel. Tugasnya mendata dan entri data serta menelusuri hak penyewaan kios. ‘’Kendalanya, saat menjumpai kios tutup. Akhirnya kami mencari alamat penyewanya. Terkadang ke luar kota hingga pindah ke kabupaten Madiun,’’ ungkapnya.

Setelah 17 pasar tradisional selesai didata, disperindag segera mencarikan formulasi agar ke depan tak ada lagi praktik alih tangan penyewaan. Bisa diperkuat dengan payung hukum berupa peraturan daerah (perda) maupun mengubah poin-poin terkait dari perda yang telah ada. ‘’Setelah hasil pendataan, berapa sewa yang dibaliktangankan, dijual, dan lain sebagainya sudah ada, tetap perlu dirapatkan dulu,’’ tandasnya. (mg2/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button