Ngawi

Diminta Putar Balik meski Kantongi Stiker Kemenhub, Sopir Bus Protes

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – ‘’Apa tidak ada koordinasi dari pemerintah pusat ke daerah?’’ Gerutu Pranca Budianto menyusul bus PO Pahala Kencana yang dikemudikannya diminta putar balik oleh polisi di pos penyekatan exit tol Solo–Kertosono (Soker) di Grudo, Ngawi, Kamis dini hari (6/5). Bus dari Jakarta yang mengangkut 33 pemudik itu dilarang melanjutkan perjalanan ke Madura.

Alasan penumpang tidak memenuhi syarat pelaku perjalanan di momen Lebaran tahun ini tidak bisa diterima Pranca. ‘’Ini bus resmi,’’ katanya sembari menunjuk stiker yang tertempel di kaca depan bus. Tertulis Angkutan AKAP Terbatas Tahun 2021 Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 disertai logo Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub). ‘’Adanya surat jalan ini artinya boleh melintas oleh pemerintah dengan alasan apa pun,’’ sergahnya.

Pranca menyesalkan tiadanya konsistensi regulasi ihwal larangan mudik kali ini. Jika larangan berlaku, semestinya bus sudah diputar balik sejak dari Jakarta. ‘’Seharusnya tidak usah ada stiker resmi dari pemerintah pusat,’’ keluhnya.

Bukan Pranca seorang yang uring-uringan. Ada puluhan sopir bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang juga diminta putar balik sejak pukul 01.00 hingga 02.30. Mereka melakukan protes kepada Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Latif Usman yang memimpin operasi penyekatan di hari pertama larangan mudik itu.

Sementara busnya diparkir di ruas tol menuju Madiun. Aksi itu memicu kemacetan sejauh sekitar satu kilometer. Yakni, kendaraan dari dan hendak ke Solo, Jawa Tengah. Selain bus parkir, tersendatnya arus lalu lintas disebabkan antrean pemeriksaan dan kendaraan yang harus putar balik. Akhirnya, para sopir bersedia putar balik setelah petugas memberi ultimatum. Bus bakal diamankan sampai selesainya momen pengetatan mudik Lebaran 24 Mei nanti.

Kombes Pol Latif Usman menerangkan, bus memang mempunyai surat jalan resmi dari Kemenhub. Namun, pihaknya tetap meminta putar balik karena penumpang yang diangkut bukan termasuk pengecualian perjalanan. Berdasar Permenhub 13/2021, angkutan berstiker resmi itu juga harus mengangkut penumpang khusus. ‘’Jadi, tidak semua penumpang. Ada ketentuan yang harus dipenuhi,’’ ujarnya.

Penumpang khusus yang dimaksud adalah yang mengantongi surat tugas atau dalam keadaan darurat. Juga harus bisa menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19. ‘’Jika ketiga syarat itu tidak terpenuhi, maka kami putar balikkan walau bus ada stiker khusus,’’ jelasnya.

Sementara, Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya menyebutkan bahwa intensitas kendaraan yang melintas berkurang. Itu berdasarkan pantauan sejak pagi hingga tadi malam. Baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Jumlahnya tidak seramai pada jam awal penutupan exit tol. ‘’Yang diminta putar balik tidak banyak dan tidak ada yang protes,’’ ujarnya. (mg3/c1/cor/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button