Ponorogo

Dilanda Kekeringan, Warga Salat Minta Hujan

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Hujan tak kunjung datang. Sumber mata air mengering. Sawah tak basah. Warga semakin resah. Tak ada yang bisa dimintai pertolongan, selain Tuhan Yang Maha Esa.

Tepat pukul 08.00, warga Desa Manuk, Kecamatan Siman, menggelar salat Istisqa di tepi Embung Sedodok. Salat dengan tujuh takbir pada rakaat pertama dan lima takbir pada rakaat kedua itu diimami Kiai Mahmudi. Di antara ladang jagung itu, warga pun bersama-sama memanjatkan doa agar lekas diberi hujan yang berkah. ‘’Ini pertama kalinya kami menggelar salat Istisqa,’’ kata Kades Manuk Wahyudi Minggu (22/9).

Lima bulan ditempa panas tanpa hujan membuat warga tak punya pilihan. Selain meminta hujan dan limpahan rahmat kepada Yang Mahakuasa. Hamparan sawah yang kian mengering diperparah debit Embung Sedodok yang semakin menyusut. ‘’Baru sekarang embung sampai menyusut segitu parahnya,’’ ungkap kades.

Selama ini, irigasi persawahan desa mengandalkan pengairan dari Embung Sedodok. Pemdes setempat berencana mengeruk dasar embung hingga sedalam tiga meter. Untuk mengais sisa air yang masih tersisa, meski berlumpur. Di musim kemarau ini, banyak petani beralih tanam dari padi ke jagung. ‘’Sudah lima bulan kami menanti panen,’’ ucapnya. (dil/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close