Mejayan

Diklaim Rampung 100 Persen, Begini Penampakan Gedung Baru IGD RSUD Caruban

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Pejabat pembuat komitmen (PPK) tidak serius dengan pernyataan bakal mempercepat pengajuan pembayaran proyek gedung instalasi gawat darurat (IGD) dan rawat inap jiwa (RIJ).

Sebelumnya, batas penggarapan pekerjaan berakhir Kamis (26/12). Dipercepat tiga hari sesuai kontrak lantaran berurusan dengan keuangan agar bisa dibayarkan pada Jumat (27/12). Namun, kenyataannya tidak demikian. ‘’Pengajuan ke BPKAD pagi tadi,’’ kata PPK RSUD Caruban Ali Murtadlo Senin (30/12).

Ali mengungkapkan, pengerjaan proyek IGD dan RIJ rampung 100 persen pada Jumat (27/12). Terpangkas tiga hari lebih cepat dari batas kontrak awal pada Minggu (29/12). Pemangkasan waktu itu dimaksudkan agar pengerjaan selesai lebih cepat. Sebab, kalau tidak selesai, dua pelaksana proyek tidak akan menerima pembayaran termin terakhir. ‘’Sebenarnya itu cuma bahasa kami supaya seluruh berkas administrasi dan pembayaran selesai 100 persen,’’ ujar Ali.

Sebelumnya pihak rumah sakit mendesak dua pelaksana untuk menyelesaikan proyek dengan jatuh tempo pada Kamis (26/12). Pada saat itu pembayaran termin terakhir dari masing-masing proyek menyisakan termin yang terakhir, sama-sama 20 persen. Nominalnya, IGD sebesar Rp 2,7 miliar. Sementara RIJ Rp 740 juta. Ali mengatakan sisa pembayaran itu akan dilunasi pada Kamis (26/12). Bila pengerjaan tidak selesai, tidak akan dibayar. ‘’Kalau saya bilang, ini bukan pengecualian. Batas dimajukan jadi tanggal 26 Desember itu untuk ngoprak-ngoprak administrasi,’’ terang Ali.

Diketahui, besaran total nilai proyek IGD Rp 13,9 miliar. Kontrak selama 165 hari diteken pada 17 Juli 2019 dengan PT Galakarya. Dengan nilai proyek RIJ Rp 3,7 miliar. Kontrak selama 150 hari diteken pada 1 Agustus 2019 dengan CV Tanjung Emas. Ali mengatakan, proges pengerjaan kedua proyek selesai 100 persen pada Jumat (27/12). Pada waktu itu berkas administrasi dari RS langsung diselesaikan. Sisa kontrak dua hari hingga Minggu (29/12) dipakai untuk menyempurnakan pengerjaan. ‘’Seperti pembersihan bekas cat dan ngepel,’’ sebutnya.

Artinya, dua rekanan pelaksana proyek itu dianggap selesai merampungkan pengerjaan. Kendati dinyatakan rampung 100 persen, tetap molor satu hari jika dihitung dari waktu pemangkasan. ‘’Tanggal 28 (Desember) ada sebagian kecil pekerjaan, cat dan ngepel itu tadi. Ditinggal pun tidak apa-apa. Kasihan juga nanti kalau tidak dibayar sementara kontrak berakhir pada 29 Desember,’’ pungkasnya. (den/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close