MadiunPendidikan

Dikbud Siapkan Ketentuan KBM New Normal

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Pemkab Madiun memberi sinyal mengakhiri kegiatan belajar-mengajar (KBM) secara virtual di masa pandemi Covid-19. Dinas pendidikan dan kebudayaan (dikbud) menyiapkan sejumlah ketentuan pelaksanaan KBM di era normal baru atau new normal. ‘’Seperti apa pelaksanaannya menunggu perkembangan lebih lanjut dari gugus tugas penanganan Covid-19,’’ kata Kabid Pembinaan SMP Dikbud Kabupaten Madiun Hendro Suwondo Minggu (31/5).

Hendro menyebut, salah satu skenarionya mengaplikasikan jaga jarak fisik di kelas. Antara satu bangku siswa dengan lainnya diberi jarak sekitar dua meter. Konsekuensinya, setiap satuan pendidikan butuh ruang kelas tambahan. Bila tidak memungkinkan, ada solusi mengatur jam masuk sekolah. Juga menambah intensitas belajar di luar kelas. ‘’Kami siapkan pula mekanisme bagaimana baiknya orang tua saat menjemput anaknya,’’ ujarnya.

Di luar skenario itu, dikbud meminta setiap satuan pendidikan menyiapkan peralatan mencuci tangan. Setidaknya satu unit per kelas. Sebanyak 48 SMP dan 404 SD negeri atau swasta punya waktu menyiapkannya. Sesuai Surat Edaran (SE) Bupati 420/231/402.011/2020, masa belajar di rumah diperpanjang hingga 14 Juni nanti. ‘’Sudah kami sosialisasikan,’’ katanya sembari menyebut surat keterangan dari orang tua yang menyatakan sang anak telah dikarantina 14 hari menjadi syarat masuk sekolah hari pertama. 

Perpanjangan masa belajar di rumah karena kasus penularan korona di kabupaten ini masih terjadi. Pembelajaran via daring itu telah berjalan dua bulan sejak dimulai Maret lalu. Di sisi lain, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan tahun pelajaran 2020/2021 dimulai 13 Juli. Dikbud pun tengah menyiapkan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP. ‘’Sudah ada regulasinya (PPDB). Bisa secara online atau datang ke sekolah jika tidak memungkinkan,’’ pungkas Hendro. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button