Madiun

Dijanjikan Nikah, PMI Asal Lampung Jadi Korban Penipuan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Cinta terkadang memang membutakan. Hartiningsih, 34, menjadi korban dugaan penipuan seorang lelaki yang mengaku bernama Trio Ermanto. Akibat ulah pria yang dikenalnya lewat media sosial itu, perempuan asal Lampung tersebut harus kehilangan uang hingga puluhan juta rupiah.

Harti –sapaan akrab Hartiningsih- rela terbang dari Hongkong menuju Kota Madiun lantaran dijanjikan oleh pelaku bakal melangsungkan ijab kabul hari ini. Namun, alih-alih menikah, Trio sama sekali tidak menampakkan batang hidungnya.

Kecurigaan Harti menjadi korban aksi tipu-tipu Trio mulai muncul saat sampai di Surabaya pada Sabtu lalu (5/6). Kala itu, si ’’calon suami’’ maupun anggota keluarganya tidak satu pun yang menjemputnya. Mengetahui hal tersebut, Harti kemudian menghubungi Trio. Namun, tidak ada balasan. ‘’Saya lantas coba telepon tapi tidak diangkat. Pesan WhatsApp juga tak dibalas walaupun sempat di-read,’’ ungkap Harti, Kamis (10/6).

Baru keesokan harinya pesan tersebut berbalas. Namun, mengatasnamakan teman Trio. Dalam pesan itu disebutkan bahwa Trio mengalami kecelakaan saat hendak menjemput ke bandara dan tengah dirawat di rumah sakit Nganjuk. Karena itu, si pengirim pesan minta ditransfer sejumlah uang untuk biaya perawatan Trio. ‘’Tapi, waktu saya minta alamat rumah sakitnya nggak diberi tahu. Bilangnya sedang sibuk mau kerja. Setelah itu hilang kontak lagi,’’ papar Harti.

Harti mengaku mengenal Trio dari aplikasi Messenger pada 27 April 2019. Kala itu dia masih berada di Lampung. Untuk memudahkan komunikasi, keduanya lantas sepakat menggunakan WhatsApp.

Setelah setahun menjalin kedekatan lewat media sosial, Trio menyatakan menaruh hati kepada Harti. Begitu pula sebaliknya. Belakangan Trio mengaku berprofesi sebagai anggota TNI angkatan darat berpangkat serda.

Suatu ketika, Harti mengajak Trio bertemu. Namun, urung terwujud lantaran Trio mengaku akan pindah tugas ke Bengkulu. ”Saya percaya saja,’’ ucapnya. ‘’Waktu itu sudah sering minta uang dan selalu saya transfer, tapi nominalnya nggak banyak,” imbuhnya.

Tahun lalu Harti bertolak ke Hongkong untuk bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) di negeri tersebut. Meski terpisah jauh, komunikasinya dengan Trio tetap berjalan seperti biasa. Bahkan, semakin intens hingga Trio menjanjikan bakal menikahi Harti. Sejak itu, Trio kerap minta uang jutaan rupiah yang diklaim untuk persiapan menikah.

Trio, kata Harti, juga sempat meminta uang untuk dibelikan seekor sapi. Tanpa disadari, duit yang ditransfer Harti ke pelaku mencapai kisaran Rp 40 juta. ‘’Saya akhirnya kembali meminta ketemuan, tapi dia (Trio, Red) menolak dengan alasan dimutasi ke Madiun. ”Bilangnya nanti saja ketemunya sekalian menikah,” ujar Harti.

Setelah enam bulan berada di Hongkong, Harti terpaksa memutus kontrak kerjanya meski masih tersisa 1,5 tahun. Pasalnya, Trio memintanya pulang dan melangsungkan pernikahan di Kota Madiun. ”Awalnya mau pulang dulu ke Lampung, tapi disuruh langsung ke Madiun. Katanya nanti selesai ijab baru ke Lampung,’’ ungkapnya.

Untuk meyakinkan Harti, Trio sengaja mengirim foto dan video berkas-berkas pernikahan, dekorasi, serta undangan. Tak disangka, setelah sampai Kota Madiun, Trio sama sekali tidak menampakkan batang hidungnya. ‘’Keluarga saya belum tahu kejadian ini,’’ kata Harti. ‘’Rencananya besok (hari ini, Red) habis swab pulang ke Lampung,” tuturnya. (irs/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button