Madiun

Diingatkan Dulu, Ngeyel Disanksi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sanksi tegas penutupan sementara tempat usaha diberlakukan jika pengusaha ngeyel. Di awal penerapan PPKM darurat ini, petugas gabungan masih mendapati sejumlah pelanggaran. Terutama pedagang kaki lima (PKL) dan restoran yang masih menyediakan tempat makan di tempat.

Itu terlihat saat forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) bersama petugas gabungan merazia sejumlah tempat Sabtu malam (3/6). ‘’Kami ingatkan agar sesuai aturan, dan pada prinsipnya mereka mengikuti,’’ kata Wakapolres Madiun Kota Kompol Joes Indra Lana Wira Minggu (4/7).

Menurut Joes, ada rumah makan yang telah sesuai aturan, namun jumlah pengunjung membeludak. Petugas mengingatkan agar mengatur kapasitas. ‘’Pertama diingatkan, kalau mengulang sanksinya nanti bersama teman-teman satpol PP. Ada sanksi administrasi maupun ditutup sementara,’’ ujarnya.

Di sisi lain, penyekatan diterapkan di akses masuk kota. Tiga pos penyekatan didirikan di perbatasan pintu masuk kota. Yakni, Te’an (dari arah selatan), Pos 902 di simpang empat Rejo Agung (dari arah utara), serta Pos Mancaan (dari arah barat). Tiga titik itu ditutup total 24 jam selama PPKM darurat. ‘’Kami beri palang, pos ditempatkan di situ,’’ terang Wakapolres.

Penutupan akses juga dilakukan di jalan protokol mulai pukul 20.00. Seperti Jalan Pahlawan, Jalan Mastrip, dan lainnya. Di setiap penyekatan serta titik sentral disiagakan satu regu petugas gabungan. ‘’Kita juga tempatkan di titik-titik keramaian seperti taman dan tempat keramaian lain. Satu lagi regu ada tim yustisi,’’ urainya.

Petugas gabungan melibatkan unsur TNI, Polri, satpol PP, BPBD, dishub, hingga PMI. Termasuk penebalan tambahan dari TNI 45 personel, serta dari Brimob 35 personel. ‘’Tolong semua masyarakat memahami situasi Covid-19 yang semakin meningkat. Ikuti aturan pemerintah, khususnya Instruksi Wali Kota Madiun 15/2021 yang merupakan penjabaran inmendagri,’’ pintanya.

Wawali Kota Madiun Inda Raya (IR) AMS melalui posting-an di akun Instagram pribadinya, berharap ketentuan PPKM darurat dipatuhi bersama. Sebab, pemerintah dan instansi gabungan penegak protokol kesehatan dan percepatan penanganan Covid-19 tidak bisa melakukan seluruh pengawasan. ‘’Kami butuh panjenengan semua untuk sukarela, sadar diri ikut menjalankan PPKM darurat. Plus juga menjadi pengingat tetangga terdekat dan siapa pun masyarakat yang tidak patuh,’’ tulis IR. ‘’Mari satukan rasa, satukan tujuan, agar kita bisa melewati PPKM darurat ini dengan lancar,’’ ajaknya. (kid/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button