Madiun

Diguyur Lima Jam, Jalan dan Permukiman di Kota Madiun Tergenang

HUJAN DERAS BUTUH SOLUSI CERDAS

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Hujan masih menjadi problem klasik yang merisaukan. Saat Kota Madiun kembali diguyur hujan deras sejak pukul 15.00-20.00 Jumat (27/12), sejumlah ruas jalan dan permukiman kembali tergenang. Butuh solusi cerdas berjangka panjang. Sebab, perbaikan infrastruktur pengairan yang telah dilakukan belum sanggup mengentaskan persoalan.

Pantauan di lapangan, dari arah barat air menggenangi ruas Jalan Serayu. Ketinggiannya mencapai lutut orang dewasa. Bahkan beberapa warga terlihat menyapu air yang menggenangi teras rumah. Genangan air berakhir di perempatan Serayu Barat. Belasan rumah di Kelurahan Klegen, Kartoharjo, juga tergenang setinggi lutut orang dewasa. Terdampak luapan Kali Maling. ‘’Sudah langganan. Tapi hari ini lebih parah,’’ kata Heru Yudho Prayitno, warga setempat.

Kakek 60 tahun itu menerangkan, luapan sungai di barat rumahnya itu mulai masuk permukiman setelah hujan mengguyur dua jam. Tidak seperti biasa, luberan air kali ini tak kunjung surut. ‘’Biasanya sejam sudah surut. Ini sampai pukul 19.00 belum,’’ ujarnya.

Daerah itu memang menjadi langganan banjir. Tanggul darurat dari karung berisi pasir yang disiapkan warga pun sia-sia. Saat air masuk rumah, karung berisi pasir itu segera ditumpuk di pintu masuk. Namun, air tetap saja masuk menggenangi rumah. Warga pun terpaksa berbasahan menyelamatkan barang berharga di dalam rumah. ‘’Karung itu sebenarnya sudah disiapkan sejak menjelang musim hujan,’’ imbuh Pitut, warga setempat.

Genangan juga melanda lima rumah di Perumnas Condromanis, Kelurahan Manisrejo, Taman, Kota Madiun. Salah satunya, milik Ibu Suparlan. Pemilik rumah merasa khawatir saat hujan deras mengguyur lingkungannya kemarin. Apalagi dia sedang sendirian di rumah. ‘’Saya langsung menghubungi BPBD Kota Madiun,’’ kata nenek 61 tahun yang rumahnya tergenang 30 sentimeter itu.

Hal sama dirasakan Anita Ria Santoso. Rumahnya selalu menjadi langganan banjir saat musim penghujan tiba. ‘’Padahal selokan airnya sudah diperlebar, tapi tetap saja banjir,’’ keluh Anita.

Kepala BPBD Kota Madiun Agus Hariono yang turun ke lokasi menyebut ada tiga titik permukiman yang terdampak luapan sungai. Mulai kawasan sekitar Condromanis, Jalan Diponegoro, dan Jalan Nori. ‘’Kami gunakan mesin pompa air untuk menyedot genangan,’’ terangnya.

Hingga pukul 21.21 kemarin, BPBD masih terus memantau lapangan. Memonitor debit air sungai dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Hujan deras kemarin juga menumbangkan dua pohon. Lokasinya di Griya Kencana dan dekat lapangan Demangan. ‘’Seluruh personel terus disebar dan patroli,’’ ucapnya tadi malam. (mg3/kid/c1/fin)

Kelun-Pilangbango Dapat Atensi Lebih

TEPAT lima jam sebelum hujan deras mengguyur Kota Madiun Jumat (27/12), pemkot menggelar rapat koordinasi siaga bencana yang diikuti seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) setempat. Pertemuan itu sebagai tindak lanjut hasil rapat bersama gubernur Jawa Timur bersama seluruh kepala daerah beberapa waktu lalu.

Pada 16 Desember lalu Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengeluarkan surat instruksi siaga selama 150 hari terkait darurat bencana hidrometeorologis. Yakni, bencana yang dipengaruhi faktor cuaca seperti banjir, longsor, dan puting beliung. Surat itu ditujukan kepada 37 pemkab/pemkot di Jatim. ‘’Semua komponen yang terlibat kami berikan arahan untuk antisipasi,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi.

Maidi mengungkapkan, antisipasi utama difokuskan pada permasalahan banjir. Pun, dia membeberkan ada beberapa wilayah yang perlu mendapatkan perhatian lebih. Di antaranya, Kelurahan Kelun dan Pilangbango. ‘’Permasalahan di kedua kawasan itu dam. Itu yang harus mendapat prioritas,’’ ujarnya.

Dia menyebut, fungsi embung perlu dimaksimalkan. Harus penuh menampung air jika hujan mengguyur dengan durasi lama. Jika banjir, pintu segera dibuka. ‘’Bagian timur yang sering ada masalah,’’ ungkapnya. ‘’Senin depan langsung praktik simulasi,’’ imbuh Maidi.

Dia menambahkan, dua wilayah lain yang dalam pengawasan yakni Nambangan Kidul dan Nambangan Lor. Pertimbangannya, di kawasan tersebut ada sudetan dari Jalan Sukarno Hatta dan Gang Tengah. Karena itu, mesin harus siaga jika sewaktu-waktu air menggenang.

Terkait bencana angin kencang, pihaknya telah menyiagakan seluruh personel. Sedikitnya ada 120 petugas plus relawan sebanyak 30 orang dari BPBD, disperkim, dan DPUPR, serta tenaga pasar. Pun, alat berat dan mesin pompa disiapkan. ‘’Jika alat berat kurang, rekanan siap diandalkan untuk membantu,’’ tuturnya. (kid/c1/isd)

Janji Respons Cepat Kondisi Darurat

112. Pemkot menyiapkan satu nomor tunggal untuk panggilan kedaruratan. Layanan kedaruratan yang di-launching Kamis (26/12) itu siap menerima berbagai aduan bencana di masa rawan banjir ini. ‘’Ini memudahkan akses masyarakat saat emergency,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi.

Dia menjamin layanan itu siaga 24 jam dan bebas pulsa. Sebagaimana pernah digalakkan pemerintah di masa lalu. ‘’Tergantung pengaduannya apa. Kalau kebakaran ya mobil pemadam yang datang,’’ ujarnya.

Panggilan kedaruratan ini implementasi smart city. Karenanya, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) siaga 24 jam. Menindaklanjuti ketika ada pengaduan masyarakat yang mengalami kondisi darurat. ‘’Seperti bencana alam, kecelakaan, kebakaran, pohon tumbang, binatang buas, hingga panggilan ambulans,’’ terangnya.

Bahkan, masyarakat bisa menggunakan panggilan 112 jika mendapati pencurian di lingkungannya. Secara otomatis akan tersambung dengan kepolisian dan satpol PP. Lamban-tidaknya penanganan tergantung dari permasalahan yang diadukan. Maidi yakin setiap aduan kedaruratan bisa direspons cepat. Sebab, jarak antarwilayah di kota yang hanya terdiri tiga kecamatan ini relatif berdekatan. ‘’Maksimal satu jam,’’ sebutnya.

Kepala Seksi Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi Direktorat Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Agung Setyo Nugroho menjelaskan, Kota Madiun menjadi kota keempat di Jawa Timur dan kota ke-41 dari 98 kota di Indonesia yang me-launching call center 112. ‘’Nomornya singkat agar masyarakat mudah mengingat saat darurat,’’ kata Setyo. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button