Ponorogo

Diguyur Hujan, Rumah Pria Sebatang Kara Roboh

Lurah Pastikan Dapat Bantuan Perbaikan

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Ironis. Masih ada rumah tidak layak huni (RLTH) di tengah kota. Adalah Suprianto, warga Jalan KBP Duryat, yang selama ini tinggal dengan kondisi merana di rumah reyotnya. Hidup pria 64 tahun itu kian miris pascabagian belakang rumahnya roboh, Rabu dini hari (26/2) usai hujan lebat mengguyur selama berjam-jam.

Pihak kelurahan menyebut Suprianto segera mendapat bantuan rehab rumahnya yang ambruk. ‘’Selama ini tinggal sendiri, tidak mau tinggal dengan saudara-saudaranya yang lain,’’ ujar Haryadi, adik Suprianto, Kamis (27/2).

Menurut Haryadi, Suprianto sudah 10 tahun tinggal sebatang kara di rumah keprabon itu. Padahal, kondisinya sudah sangat tidak layak ditinggali. ‘’Belum menikah sampai sekarang. Maunya hidup mandiri,’’ kata Haryadi. ‘’Setelah rumah belakang roboh, tetap tinggal di bagian depan,’’ imbuhnya.

Lurah Mangkujayan Haryana menyebut, Suprianto sejatinya sudah didaftarkan dalam program bantuan rehab RTLH. Namun, belum sempat usulan itu terealisasi, rumahnya keburu roboh. Pihaknya lantas berkoordinasi dengan pemkab. ‘’Supaya penanganan bisa cepat, pilihannya adalah mengajukan bantuan melalui Baznas atau dana bantuan kebencanaan dari BPBD,’’ tuturnya usai meninjau rumah Suprianto bersama dan pengurus Baznas.

Opsi pertama yang lantas diambil. Pengurusan identitas Suprianto sudah klir untuk mendapatkan bantuan dari Baznas. Pihaknya kemarin juga meninjau lokasi bersama perwakilan lembaga tersebut. ‘’Total bantuan Rp 20 juta, selain ada donasi-donasi lain,’’ kata Ketua Baznas Ponorogo Luhur Karsanto. (naz/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close