Madiun

Diduga Server Kemenag Pusat Error, Ribuan Kartu Nikah Nganggur

MADIUN –  Program kartu nikah dari kementerian agama (kemenag) di Kota Karismatik nganggur. Rabu kemarin (8/5) Jawa Pos Radar Madiun melakukan penelusuran di kantor urusan agama (KUA) Taman. Hasilnya, satu buah mesin printer dan 1.500 keping kartu nikah itu belum terpakai.

Padahal, mesin serta ribuan kepingan kartu tersebut telah diterima KUA Taman sejak awal tahun lalu. Namun, karena permasalalahan server yang menghubungkan data dengan kantor kemenag pusat itu sedang error. ’’Kami terima alat dan kartunya ini awal tahun lalu dan rencanaya awal Februari kemarin sudah bisa difungsikan, tapi karena error sampai sekarang belum terpakai, KUA Taman paling banyak (kepingan kartu nikah), KUA lain 700-800 kartu mungkin,’’ kata Kepala KUA Taman Kateman ditemui Radar Madiun.

Kateman dibantu salah seorang pegawainya menunjukkan tampilan sistem informasi manajemen nikah (SIMKAH) web. Permasalahan muncul,  website SIMKAH buatan kemenag itu loading cukup lama. Untuk mencetak kartu nikah, data di input dari website tersebut. ’’Memang SIMKAH web ini kalau diakses diatas jam 13.00 koneksinya lama karena kan banyak yang akses,’’ ungkapnya.

Nah, setelah menanti sekitar hampir 15 menit lamanya muncul beberapa aplikasi web yang mengarahkan program cetak kartu nikah. Sempat ditampilkan dalam bentuk PDF dua foto mempelai pria dan wanita  dibawah dua kotak tersebut adalah pin barcode. ’’Itu kalau dicetak di kartu nikah jadinya sama. Yang kotak kiri ini foto mempelai pria kan mempelai perempuan, dan kotak bawahnya barcode, ini belum bisa dicetak,’’ jelasnya.

Kasi Bimas Kemenag Kota Madiun Agus Burhani ketika dikonfirmasi membenarkan, jika kepingan kartu nikah tersebut sampai saat ini belum bisa digunakan. Dan permasalahan seperti ini tidak hanya dialami di Kota Madiun melainkan sejumlah daerah di Jawa Timur lainnya yang juga menjadi pilot project program kemenag ini. ’’Yang jadi pilot projectnya itu hanya kabupaten/kota seperti Surabaya, Malang, Kediri, Madiun, Mojokerto, Pasuruan, dan Batu. Itu memang masalahnya server dari pusatnya error. Sebenarnya bisa dicetak,  tapi barcodenya itu yang nggak bisa kebaca,’’ dalihnya.  ’’Jumlahnya berapa saya lupa, Taman yang paling banyak,’’ imbuhnya. (dil/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button