Mejayan

Diduga Penyimpangan Anggaran Mamin, Kejari Selidiki Rasuah Dispora

‘’Ya, sedang ditangani dan pemanggilannya sudah seminggu lalu.’’ Sugeng Sumarno, Kajari Kabupaten Madiun.

MEJAYAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun diam-diam mengulik perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) di tubuh dinas pariwisata pemuda dan olahraga (disparpora) setempat. Empat orang dari organisasi perangkat daerah (OPD) itu diklarifikasi penyelidik.

Tujuannya, untuk mendalami dugaan pelanggaran Undang-Undang (UU) 31/1999 tentang Tipikor dan aturan turunan di bawahnya. ‘’Ya, sedang ditangani dan pemanggilannya sudah seminggu lalu,’’ kata Kepala Kejari Kabupaten Madiun Sugeng Sumarno Selasa (23/7).

Kendati demikian, Sugeng masih menutup rapat ihwal perkara yang tengah diusut lembaganya. Baik bentuk penyimpangan kegiatan, anggaran, maupun tahun pelaksanaannya. Juga merahasiakan identitas dan tugas fungsi (tusi) pihak disparpora yang telah diklarifikasi itu. Dalihnya, materi tersebut masih terlalu dini untuk dibeberkan ke publik. ‘’Posisi saat ini masih tahap lidik,’’ ujarnya.

Sugeng bergeming ketika disinggung empat pejabat yang diklarifikasi setingkat kepala bidang (kabid) dan kepala seksi (kasi). Awak media diminta bersabar menunggu tuntasnya proses penyelidikan.

Informasi yang dihimpun Radar Caruban, korps adhyaksa mengusut dugaan rasuah penyimpangan anggaran belanja makanan dan minuman (mamin) disparpora pada 2017 dan 2018. Kegiatan tersebut termaktub dalam surat perintah penyelidikan nomor PRINT-120/M.5.46/Fd.1/07/2019. Dimintai konfirmasi, Sugeng hanya tersenyum. ‘’Nanti akan disampaikan kalau sudah naik penyidikan,’’ ucapnya.

Sumber internal di kejari menyatakan, posisi lidik saat ini masih tahap awal. Yakni, pemanggilan sebatas mengklarifikasi atas laporan dugaan penyalahgunaan anggaran yang diterima lembaganya. Pertanyaan yang disodorkan belum detail mengarah pada substansi perkara itu. Bahkan belum dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP). ‘’Belum ada pemanggilan kabid dan saksi,’’ ungkap sumber itu.

Terpisah, Kepala Disparpora Kabupaten Madiun Yudi Hartono juga tutup mulut dengan perkara dugaan rasuah yang menjerat lembaganya. Dia sebatas membenarkan anak buahnya dipanggil kejari. Konteks pemanggilan adalah klarifikasi. Dia mengaku tidak tahu identitas anak buahnya yang dipanggil. Serta kepastian perkara yang diusut itu belanja mamin selama dua tahun 2017 dan 2018. ‘’Wah, saya tidak tahu kalau soal itu,’’ kilahnya ditemui usai rapat paripurna di DPRD setempat. (cor/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close