MadiunPeristiwa

Diduga Depresi, Pria Ini Tewas Gantung Diri di Musala

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Tangis Har, 55, warga Desa Kertosari, Geger, tak terbendung. Setelah dia mendapati HAS, 31, anaknya, tewas gantung diri di musala samping rumah Minggu sore (1/3). ‘’Korban nekat bunuh diri diduga karena sakit menahun dan masalah ekonomi,’’ kata Kapolsek Geger AKP Yunus Kurniawan saat ditemui di TKP.

Peristiwa itu terjadi saat Har pulang kerja. Sesampainya di rumah, dia mendapati HAS tidak ada di rumah. Khawatir terjadi apa-apa, Har lantas mencarinya keluar. Dia tersentak kaget dan histeris ketika mendapati anaknya menggantung di musala. Tangisan Har mengundang warga lainnya berdatangan. ‘’Setelah mendapat laporan, kami segera menuju TKP (tempat kejadian perkara, Red) bersama tim inafis,’’ ujar Yunus.

Dari hasil keterangan yang diperoleh, diketahui bahwa HAS menderita sakit sekitar 1,5 tahun terakhir. Selain itu, didapatkan informasi bahwa korban mengalami kesulitan ekonomi. Keterangan disandingkan dengan hasil olah TKP dan visum. ‘’Korban seperti itu diduga karena penyakit yang diderita dan masalah yang dialaminya,’’ ungkap Yunus.

Hal itu diperkuat dengan ditemukannya secarik kertas yang ditulis oleh HAS. Dia meminta kepada istrinya untuk menjaga anaknya dengan baik serta melunasi utang keluarga. ‘’Semua orang pasti memiliki masalah sesuai porsi masing-masing. Maka dari itu, saya mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak dan berpikir sehat dalam mengambil keputusan,’’ tutur Yunus. ‘’Apalagi yang menjurus ke peristiwa seperti ini,’’ imbuhnya. (den/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button