PeristiwaPonorogo

Dibujuk ke Sarangan, Herfina Dibunuh di Tengah Jalan

PONOROGOJawa Pos Radar Ponorogo – Terkuak sudah misteri pembunuhan di Jembatan Galok, Sampung Lor, Selasa (23/7). Pikiran sesat membulatkan tekad Joko Hermanto, 26, untuk menghabisi nyawa Herfina Rahma Sari, 19. Perempuan yang dipacari sejak awal tahun lalu.

Jembatan Galok menjadi saksi. Pembunuhan keji itu dilakukan sekitaran pukul 02.00 dini hari. Dalam perjalanan menuju Telaga Sarangan, Magetan, sejoli itu berhenti. Di jembatan yang berada di Sampung Lor itu keduanya terlibat cekcok. ‘’Tersangka pura-pura kencing lalu mengenakan sarung tangan yang telah disiapkan,’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Radiant.

Saat dicekik dari belakang, korban yang tengah hamil enam bulan itu sempat meronta dan melawan. Joko mendorong Herfina, keduanya pun terperosok ke bawah jembatan dari ketinggian hampir 20 meter. ‘’Tersangka kembali mencekik dan membenturkan kepala korban beberapa kali ke dinding sungai sampai meninggal dunia,’’ jelasnya.

Baca juga : Tas Dibuang Pelaku di Tempat Jasad Korban Ditemukan

Usai mendapati nyawa kekasihnya tak bernyawa, Joko berusaha mengaburkan jejak sadisnya. Namun, kebenaran tak bisa dibungkam. Kurang dari 12 jam, jasad korban dalam posisi telungkup itu berhasil ditemukan Sutiman, 52. Ditemani Pendik —pekerja proyek Jembatan Galok, warga RT 6 RW 1, Sampung Lor— itu bergegas melaporkannya ke polsek setempat. ‘’Sandal pelaku tertinggal di TKP (tempat kejadian perkara, Red),’’ ujar kapolres.

Laporan kehilangan dari keluarga korban pasca penemuan kian memuluskan penyelidikan. Meski identitas korban dari Jalan Kalimantan, Mangkujayan, itu tak tercatat database kependudukan. ‘’Begitu mengantongi identitas korban, kami langsung bergerak,’’ tegasnya.

Pelaku, pedagang sayur asal Lembah, Babadan, itu ditangkap di RSU Aisyiyah, dini hari. Siang harinya langsung dibeber ke hadapan awak media. ‘’Pembunuhan ini sudah direncanakan matang,’’ ungkap Radiant.

Malang nasib Herfina bermula dari perkenalannya dengan pelaku awal tahun lalu. Setelah jatuh ke pelukan, mereka pun berhubungan badan, Februari lalu. ‘’Korban pun meminta pertanggungjawaban,’’ urainya.

Berani berbuat tak siap bertanggung jawab. Tuntutan itu tak dihiraukan. Sebab, diam-diam Joko juga mengencani enam perempuan lain selain korban di saat bersamaan. Joko bahkan telah menikahi seorang perempuan, Maret lalu. Sementara janin di kandungan korban semakin membesar. ‘’Karena bingung, akhirnya timbul niatan untuk membunuh korban,’’ bebernya.

Radiant mengungkapkan, tersangka sebelumnya merupakan residivis kasus penganiayaan. Atas perbuatannya, sulit baginya mengelak dari sangkaan pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. ‘’Pelaku bisa dipenjara hingga 20 tahun,’’ ujar Radiant. (dil/naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close