AdvertorialMadiun

Dibina agar Bisa Berdaya

Bakal Ditata, PKL Diajak Studi Banding ke Luar Kota

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun tentu tidak tinggal diam melihat PKL yang semakin banyak. Mereka telah membuat banyak kebijakan dan perencanaan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Namun, sampai kini rencana itu belum terealisasi maksimal. Akibatnya, masih banyak PKL yang berjualan di sepanjang jalan. ‘’Yang melanggar aturan (perda) saya minta satpol PP untuk melakukan penindakan,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi saat pembinaan PKL di Sun Hotel Rabu (29/1).

Menurut dia, pendataan PKL harus tuntas. Dengan begitu, program penataan bisa sesuai sasaran. Sebab, banyak PKL yang bukan warga asli Kota Madiun. Banyak PKL yang merupakan pendatang dari luar kota. Fenomena tersebut sering dijumpai setiap ada momen-momen tertentu. Misalnya, saat ada event pemkot. Sebagian besar PKL yang berjualan bukan orang Kota Madiun.

Mereka, lanjut Maidi, tentu bukan sasaran yang tepat untuk pembinaan. Fokus pembinaan dan penataan haruslah PKL asli Kota Madiun. ‘’Yang dari luar harus ditangguhkan. Saya ingin PKL asli Kota Madiun bisa berdaya,’’ ujar pejabat asal Magetan itu.

Dia memastikan konsep penataan PKL sudah tersusun rapi. Lokasi yang memadai untuk melakukan relokasi juga telah ditentukan. Maidi tunjuk contoh di proliman Diponegoro. Di kawasan tersebut bakal dibuka lapak PKL. Hanya, jenis jualannya ditentukan. Seperti jajanan trimbolo.

Sentra kuliner lainnya yang akan dibangun berada di atas saluran sungai di sepanjang Jalan Rimba Dharma. Sungai yang berada di sisi jalan itu bakal di-box culvert sampai kantor Perhutani. Proses pengerjaannya dilakukan tahun ini. ‘’Tapi, harus menjaga kebersihan. Kalau sampai ada yang kotor atau sampah berserakan akan saya kenai penalti. PKL saya larang jualan selama dua minggu,’’ tegas Maidi.

Mantan sekda Kota Madiun itu juga menyinggung rencana penempatan PKL di sepanjang Pahlawan Street Center (PSC). Tempat itu juga ditujukan untuk menampung usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan tingkatan lebih modern. Seperti yang berjualan anak-anak muda dengan kemampuan khusus kuliner. Sehingga, diharapkan bisa memunculkan jiwa kewirausahaan. ‘’Nanti mereka akan diberi pakaian khusus (apron, Red) saat jualan,’’ tuturnya.

Untuk mematangkan penataan PKL tersebut, Maidi bakal lebih dulu studi banding ke daerah lain. Seperti Jogjakarta, Semarang, dan Bandung. Nanti para PKL diajak untuk melihat bagaimana pemerintah daerah (pemda) setempat menata pedagang di kawasan tertentu. ‘’Saya ajak studi banding, yang bagus, kita tata dia manut. Sehingga, pertumbuhannya bagus. Jadi, PKL itu akan menjadi wujud pertumbuhan ekonomi yang bagus. Kalau PKL-nya bagus orang itu intens (datang) ke kota (Madiun) semakin tinggi,’’ ungkapnya. (her/c1/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button