Madiun

Diberhentikan Perusahaan Imbas Covid-19, Ratusan Warga Jadi Pengangguran Baru

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Angka pengangguran terbuka di Kabupaten Madiun semakin membengkak. Menyusul diberhentikannya 154 karyawan dari tempat bekerjanya karena efek pandemi Covid-19. Dengan demikian, total sudah ada 311 kasus pengangguran baru. ‘’Tambahan 154 kasus PHK itu berasal dari pabrik kayu lapis,’’ kata Kabid Hubungan Industrial dan Jamsostek Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Madiun Hengky Sukarno Kamis (21/5).

Sebelumnya, ratusan pekerja itu sempat dirumahkan. Tapi, perusahaan akhirnya memutuskan hubungan kontrak kerja seiring proses produksi kayu berhenti lantaran pandemi. ‘’Total yang di-PHK pabrik kayu lapis itu ada 209 pekerja. Sebanyak 154 warga Kabupaten Madiun, yang lain pekerja dari luar daerah,’’ ungkapnya.

Hengky mengaku tidak bisa berbuat banyak terkait masalah tersebut. Pasalnya, hal itu merupakan keputusan perusahaan dan alasan pemecatan jelas. ‘’Banyak pekerja yang sebelumnya dirumahkan, sekarang justru di-PHK,’’ ujarnya.

Selama wabah korona melanda, pihaknya mencatat 157 pekerja telah diputus kontrak kerjanya. ‘’Semula ada 208 pekerja yang dirumahkan. Setelah pergeseran itu, saat ini ada 54 tenaga kerja yang dirumahkan,’’ jelas Hengky.

Dengan kondisi tersebut, otomatis jumlah pengangguran terbuka di Kabupaten Madiun bertambah. Pihaknya kini belum bisa berbuat banyak menyikapi persoalan tersebut. Karena anggaran pelatihan kerja yang sedianya digunakan untuk memberikan keterampilan bagi para pencari kerja (pencaker) telah dialihkan untuk penanganan Covid-19. ‘’Program pelatihan kerja sementara berhenti sampai batas waktu yang belum ditentukan,’’ katanya.

Pihaknya saat ini baru sebatas menyetorkan data karyawan yang telah diberhentikan tersebut ke Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Madiun untuk segera dicarikan solusi. Termasuk kemungkinan mereka mendapat bantuan sosial (bansos). ‘’Kami juga arahkan mereka untuk mengikuti program kartu prakerja,’’ tuturnya. (den/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close