features

Dian Farida Tri Handayani Getol Berkreasi dengan Kain Flanel

Kain flanel menjadi ladang rezeki bagi Dian Farida Tri Handayani. Dari bahan tersebut perempuan itu mampu meraup pundi pundi rupiah. Pun, karyanya sudah merambah berbagai daerah, bahkan luar pulau.

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

LEMBARAN kain flanel berbagai warna tampak berserakan di ruang tengah rumah Dian Farida Tri Handayani di Jalan Sarean, Kelurahan/Kecamatan Taman. Sementara, di sudut lain terlihat replika bunga dan gambar tengkorak yang sudah dipigura. Semuanya berbahan flanel.

Terlihat pula sebuah etalase yang memajang berbagai kerajinan berbahan flanel yang sudah tuntas dikerjakan Dian. ‘’Sudah sejak 1990 menekuni kerajinan ini. Belajar dengan cara utak-atik sendiri. Kan waktu itu belum ada internet, belum ada YouTube,’’ ujar Dian.

Dian menekuni kerajinan flanel setelah terpikat hanging door milik temannya. Kemudian, perempuan itu mengamati dengan detail, lalu mencobanya di rumah. ‘’Waktu itu butuh percobaan berkali-kali sampai akhirnya jadi, walaupun masih ala kadarnya,’’ kenang perempuan 45 tahun itu.

Suatu hari seseorang datang memesan hanging door kepada Dian. Sejak itulah dia semakin getol membuat kerajinan flanel dan mem-posting-nya di Facebook. Tak disangka, banyak orang yang kepincut dan memesan kepadanya. ‘’Bahannya mudah didapat di toko maupun marketplace,’’ sebutnya.

Meski banyak pesanan, Dian terus mengasah kemampuannya membuat kerajinan flanel. Baik melalui internet maupun sharing dengan rekan sesama perajin. ”Dulu pas Hari Guru pernah dapat pesanan 200 bunga flanel sampai tidak sempat tidur. Alhamdulillah bisa selesai tepat waktu,” tuturnya.

Kini, Dian telah mampu menghasilkan berbagai jenis kerajinan flanel. Mulai gantungan kunci, boneka, talenan hias, wadah angpao, buket bunga, bando, hingga alat peraga edukasi. ‘’Paling sulit bikin karakter orang,’’ ungkap ibu dua anak itu.

Pun, kerajinan flanel karya Dian sudah merambah berbagai daerah seperti Semarang, Situbondo, Jakarta, dan Kalimantan. ‘’Sering juga ikut bazar dan pameran,’’ ujarnya sembari menyebut produk buatannya dibanderol dengan harga mulai Rp 3.000 hingga Rp 165 ribu. * (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button