Madiun

Di Sela Mengajar Siti Suwarni Tekuni Kerajinan Batik Tulis

Usung Ciri Khas Motif Porang Manco

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Batik tulis masih memiliki pasar tersendiri. Bahkan, batik karya Siti Suwarni sudah ‘’terbang’’ hingga Jepang. Yang menarik, perempuan 59 tahun itu selalu memasukkan muatan lokal dalam setiap karyanya.

Membatik sudah dilakoni Warni –sapaan akrab Siti Suwarni- sejak 2010 silam. Namun, baru pada 2013 dia membuka gerai batik tulis setelah sebelumnya getol belajar di sebuah sanggar. ‘’Kebetulan sejak kecil saya suka menggambar,’’ kata warga Desa Balerejo, Kebonsari, Kabupaten Madiun, itu.

Batik tulis karya Warni memiliki ciri khas tersendiri. Yakni, motif porang manco.  Terdiri unsur jenis tanaman yang sedang booming di Kabupaten Madiun itu serta

makanan khas yang hanya diproduksi di Desa Tambakmas, Kecamatan Kebonsari. Ibu tiga anak itu juga kerap mengkolaborasikan porang manco dengan motif tradisional seperti parang dan truntum. Pun, ikon kampung pesilat tak luput diaplikasikan dalam batik tulis produksinya. ‘’Kombinasi klasik dan modern,’’ ujar guru SLB Darma Wanita, Kebonsari, itu,

Penjualan batik tulis karya Warni sudah merambah berbagai daerah. Mulai Trenggalek, Tulungagung, Sampang, Jakarta, NTT, bahkan sampai Jepang. Pun.  dia tidak pelit berbagi ilmu. Puluhan perempuan di lingkungannya diajari teknik membatik.

Dalam membuat selembar batik tulis, Warni rata-rata membutuhkan waktu empat hari untuk jenis pewarnaan sintetis. Sedangkan pewarnaan alami 2-4 bulan. Sementara, harga yang ditawarkan mulai Rp 155 ribu hingga Rp 1,2 juta. ‘’Kain yang digunakan macam-macam. Ada primisima, prima, santung, dan kaus,’’ ungkapnya. (irs/isd/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button