Ponorogo

Di Ponorogo, Jenazah pun Harus Rela Antre Dikubur

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Tidak hanya pasien yang terpaksa transit. Jenazah juga perlu antre masuk kamar mayat RSUD dr Harjono Ponorogo. Itu terjadi saat kasus kematian pasien Covid-19 melonjak. Almarhum maupun almarhumah berstatus terkonfirmasi coronavirus harus menunggu giliran menjalani pemulasaraan. ‘’Karena kapasitas ruangan (kamar mayat, Red) dan jumlah petugas pemulasaraan terbatas,’’ kata Suprapto, Kasubag Humas RSUD dr Harjono, Selasa (13/7).

Dia tidak menampik kebenaran video berdurasi 13 detik yang menayangkan empat jenazah berada di luar kamar mayat yang terjadi Sabtu lalu (10/7). Waktu itu ada tujuh jenazah pasien Covid-19 yang harus dipulasarakan. Kapasitas kamar mayat hanya mampu menampung tiga jenazah. Tak urung, empat lainnya terpaksa antre di luar. ‘’Dalam seminggu terakhir ada peningkatan angka pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Kamar mayat mengalami overload,’’ terangnya.

Data lansiran Jatim Tanggap Covid-19, kurun waktu tujuh hari terakhir tercatat 97 pasien Covid-19 meregang nyawa di Ponorogo. Bahkan, Minggu dua hari lalu (11/7) tercatat 41 kasus kematian (selengkapnya lihat grafis). Pun, jumlah pasien coronavirus yang dirawat juga membeludak. Suprapto menyebut bahwa RSUD dr Harjono membuka rekrutmen tenaga kesehatan atau relawan. ‘’Termasuk tambahan empat petugas pemulasaraan sehingga menjadi delapan orang. Sebagian relawan sudah mulai bertugas hari ini (kemarin, Red),’’ jelasnya. (mg4/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button