Madiun

Di Pasar Besar Madiun Beras Masih Aman, Gula Pasir Menipis

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Harga bahan pokok turun drastis memasuki Ramadan ini. Dari sebelas komoditas, hanya bawang merah dan gula pasir yang mengalami kenaikan harga. Sembilan komoditas lainnya mengalami penurunan hingga 30 persen. ‘’Rata-rata harganya turun,’’ kata Sugiono, pedagang sayur dan bahan pokok di Pasar Besar Madiun (PBM), Kamis (23/4).

Sekilo bawang merah, harga terkini berkisar Rp 40 ribu. Sedangkan gula pasir sekarang berkisar Rp 17.500. Sekilo bawang putih yang sebelumnya naik hingga 80 ribu kini tinggal Rp 25 ribu. Bahkan, sekilo cabai rawit hanya dibanderol Rp 20 ribu. ‘’Selama pandemi ini situasinya tidak menentu,’’ ujarnya.

Hingga menjelang Ramadan kemarin, pedagang tak bisa meraup keuntungan berlipat. PBM relatif sepi, tak banyak pembeli yang mendatangi untuk memenuhi kebutuhan. Orang-orang takut keluar rumah dan banyak usaha kuliner tutup. ‘’Dampak pandemi ini benar-benar terasa. Pemasukan turun 50 persen lebih setiap harinya,’’ urainya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Madiun Gaguk Hariyono menyebutkan, turunnya beberapa harga pokok karena stok di pasar yang melimpah. Sedangkan daya beli masyarakat turun drastis. Biasanya, sebelum puasa banyak yang menyetok persediaan bahan pokok. ‘’Tapi, kenyataannya sekarang berbeda. Banyak warung tutup dan orang-orang takut keluar rumah,’’ ungkapnya.

Gaguk juga menyebutkan belum ada bantuan atau stimulus bagi pedagang terdampak pandemi ini. Sampai kini juga belum ada agenda pertemuan dengan paguyuban pedagang.

Kemarin (23/4) anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Subiyanto inspeksi mendadak (sidak) di gudang Bulog Sub Divre Madiun. Sampai kini, stok beras untuk kebutuhan pangan provinsi terpantau aman. Khususnya dari wilayah yang menjadi coverage area Bulog Madiun. ‘’Stok pangan masih aman. Warga tak perlu panik,’’ terangnya.

Sidak ini juga untuk memastikan tidak ada mafia bahan pangan yang bermain di tengah pandemi. Politisi Demokrat ini mewanti-wanti siapa pun tak melakukan penimbunan. Agar harga kebutuhan pangan tetap stabil. ‘’Nggak usah ada penimbun-penimbun lah, percuma. Yang penting harga terkendali sesuai harga pemerintah. Harga gula sudah mulai turun karena Jatim mulai impor,’’ tegasnya.

Kepala Bulog Sub Divre Madiun Ahmad Mustari memastikan ketahanan pangan di Madiun aman selama Ramadan. Stok beras yang dimiliki saat ini mencapai 10.000 ton. Itu dapat mencukupi kebutuhan di wilayah kerjanya selama tujuh bulan ke depan. ‘’Tidak usah khawatir. Kami siap melayani masyarakat Madiun dan sekitarnya,’’ kata Mustari.

Untuk ketersediaan gula pasir, diakui Subiyanto cukup menipis. Yang tersimpan di gudang Bulog saat ini tinggal 50 ton. Dipastikan, akan ada suplai tambahan sebanyak 50 ton dari provinsi dalam pekan ini. Untuk stok minyak goreng di Bulog sekitar 20 ribu liter. ‘’Harganya kami pastikan stabil,’’ ungkapnya. (mg3/kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close