Madiun

Di Kota Madiun, Satgas Covid-19 Gencar Berkeliaran Lakukan Tes Antigen

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sanksi tegas penutupan tempat usaha mulai diterapkan. Saat ini Satgas Penanganan Covid-19 telah menyegel empat rumah makan yang kepergok menyediakan layanan makan di tempat. Itu berdasarkan hasil operasi yustisi dua hari Senin malam (5/7) dan kemarin siang. Satgas juga melakukan rapid test antigen acak. Terutama konsumen maupun penjual yang melanggar aturan PPKM darurat.

Senin malam menyasar tiga pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Stadion Wilis dengan hasil negatif. Serta 10 orang di warung depan stasiun KA. Hasilnya, dua orang terkonfirmasi positif Covid-19. ‘’Ada satu yang sempat tidak mau tes. Bahkan, mau lari. Akhirnya kami minta tes, ternyata hasilnya konfirmasi,’’ kata Wawali Kota Madiun Inda Raya (IR) AMS.

Sementara kemarin siang operasi yustisi menyasar salah satu rumah makan di Jalan H Agus Salim dan Jalan Merbabu. Di lokasi pertama satgas melakukan rapid test antigen 15 orang dengan hasil negatif. Sedangkan di lokasi kedua tes menyasar 21 orang dengan hasil satu konfirmasi.

Akumulasi dua hari operasi yustisi, tiga orang konfirmasi dari total tes acak 49 orang. Ketiga orang konfirmasi langsung dijemput tim medis dan dibawa ke Wisma Haji Kota Madiun untuk isolasi. Sementara yang negatif diminta isolasi mandiri (isoman) 3-5 hari. ‘’Yang negatif tetap isoman, karena mereka kontak di satu lokasi,’’ ujarnya.

Total tempat usaha yang mendapat sanksi penutupan sementara empat lokasi. Satpol PP memasang stiker penutupan sementara di pintu masuk rumah makan. Penutupan tiga hari terhitung sejak disegel. IR menyebut bahwa tempat-tempat itu terbukti melanggar. ‘’Kita tutup selama tiga hari ke depan sebagai efek jera, dan untuk memberi waktu kepada mereka yang hasilnya negatif beristirahat di rumah,’’ jelasnya.

IR mengungkapkan, dasar penutupan itu Instruksi Wali Kota Madiun (Inwal) 15/2021 yang merupakan penjabaran inmendagri. Intinya, selama PPKM darurat seluruh restoran, rumah makan, PKL, dan sejenisnya hanya boleh delivery take away atau dibungkus. Pun jam operasional maksimal hingga pukul 20.00. ‘’Kami sudah sampaikan tidak boleh makan di tempat. Mereka berjanji tidak mengulangi lagi. Kita akan lihat ke depan bagaimana,’’ ujarnya.

Orang nomor dua di jajaran Pemkot Madiun itu menyebut bahwa ke depan bakal dilakukan pengetatan. Agar aturan PPKM darurat dipatuhi. Pun, tidak sekadar patuh, melainkan lebih kepada kesadaran membentengi diri sendiri dan melindungi keluarga. Sehingga, persebaran kasus di kota ini dapat ditekan maksimal. ‘’Ini PR bagi kami untuk menekan sebaran Covid-19,’’ tuturnya.

IR menambahkan, tanpa kesadaran masyarakat, mustahil seluruh upaya pemerintah berhasil. Karena itu, dia mengajak seluruh warga menaati aturan. Serta menjadikan protokol kesehatan kewajiban yang harus dilaksanakan. ‘’Tanpa kesadaran dari panjenengan semua warga kota ini, ikhtiar yang kami lakukan sia-sia. Tolong ikhlas dan sabar hadapi ini semua,’’ pintanya. (kid/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button