Madiun

Dhanang Eko Cahyono Getol Unggah Konten Budaya ke YouTube

Hasilkan Uang sekaligus Dikenal Para Pelaku Seni

Melestarikan seni budaya bisa dilakukan dengan berbagai cara. Dhanang Eko Cahyono memilih membuat channel YouTube yang fokus mengulas berbagai kesenian di wilayah Madiun.

===============

ASEP SYAEFUL BACHRI, Madiun, Jawa Pos Radar Madiun

OKE, masih bersama saya Dhanang Ece. Saat ini saya sedang bersama Mbak Nadia,  pemain jaranan Rogo Samboyo. Bagaimana perannya dalam permainan jaranan Rogo Samboyo, yuk langsung kita tanya-tanya. Jangan lupa subscribe ya!’’

Kalimat itu menjadi pembuka salah satu vlog Dhanang Eko Cahyono di YouTube berjudul Grebek Pemain Jaranan Rogo Samboyo di alun-alun Madiun pada tahun baru lalu.

Berbeda dengan YouTuber lainnya, Dhanang menjadikan seni budaya sebagai konten utama. Pria 30 tahun itu rajin ngevlog setelah unggahan pertamanya dihujani pujian netizen. Sekaligus permintaan untuk meng-upload kesenian lainnya. ”Viewer dan subscriber terus bertambah,’’ ujarnya.

Bertambahnya  subscriber membuat Dhanang mantap menjadikan seni budaya sebagai konten utama. Apalagi, banyak anak muda masa kini yang seolah tidak peduli dengan budaya sendiri. ”Jangan sampai anak-anak itu tidak mengenal seni budaya sendiri,’’ tuturnya.

Meski baru fokus menggarap konten budaya pada 2018, sejatinya Dhanang sudah punya channel YouTube sejak 10 tahun lalu. Berawal saat iseng mengambil gambar kala ada konser musik, lalu diedit, kemudian mengunggahnya. ”Dulu videonya masih random, kebanyakan konser musik,’’ jelas Dhanang.

Mengetahui kontennya tidak berkembang, pada 2012 Dhanang beralih konten lagu-lagu karyanya sendiri. Namun, juga sepi pengunjung hingga akhirnya dia memilih vakum selama enam tahun. ”Saya kembali menghidupkan akun karena dengar dari teman-teman kalau YouTube bisa menghasilkan uang,” ungkap ketua YouTuber Madiun Creator itu.

Hingga saat ini sudah puluhan juta yang didapatkan Dhanang dari YouTube. Tak hanya itu, berkat konten budaya di channel-nya membuat dia lebih dikenal banyak orang, khususnya para pelaku seni. *** (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close