Madiun

Dexlite Ekskavator dari SPBU Basuki Rahmat, Sepuluh Hari Habis Sepuluh Drum

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Empat saksi skandal korupsi TPA Winongo diperiksa Kejari Kota Madiun Rabu (15/1). Empat PNS dinas lingkungan hidup (DLH) dan dua perwakilan perusahaan penyedia ekskavator.

Para pegawai DLH yang digilir pemeriksaan di meja penyidikan itu adalah HK (bendahara kegiatan), PN (pembantu bendahara), serta JW dan SS (staf). Ditambah RI dari Trakindo dan PR dari Heksindo.

SS yang diwawancarai usai pemeriksaan itu merupakan sopir truk pengangkut dexlite untuk bahan bakar minyak (BBM) ekskavator. Tiap sepuluh hari sekali dia mengambil 10 drum dexlite ke SPBU Basuki Rahmat. Selanjutnya dibongkar di TPA Winongo untuk berbagai keperluan. ‘’Ini pemeriksaan kedua, sebelumnya sudah pernah,’’ ungkapnya.

Dalam pemeriksaan kedua kalinya itu SS mengaku disodori 17 pertanyaan. Namun, dia tidak tahu persis aksi dari ketiga rekannya. Apalagi dia hanya bertugas sebagai sopir truk yang mengambil BBM dari SPBU. ‘’Uangnya berapa, saya juga tidak tahu,’’ akunya.

Kemarin, enam saksi diperiksa terpisah. Satu saksi dari diler ekskavator mulai diperiksa sebelum pukul 08.30. Saat itu, dua saksi telah menanti di ruang tunggu. Setelah dua saksi lain berseragam putih datang, keempatnya diarahkan memasuki ruang penyidik pukul 08.52. Satu saksi terakhir dari swasta baru datang satu jam kemudian. Namun, keluar terlebih dahulu dan langsung melenggang menuju mobilnya meninggalkan Kejari Kota Madiun.

Kasi Intelijen Kejari Kota Madiun Wartajiono Hadi mengungkapkan, kedua saksi dari perusahaan pengadaan ekskavator didatangkan untuk mengetahui kesesuaian laporan dengan waktu pengoperasian ekskavator. ‘’Untuk menunjukkan jam di komputernya. Terpakai berapa jam, sesuai tidak dengan laporan yang dibuat PPTK dan koordinator lapangan,’’ kata Hadi.

Dia mengungkapkan, seluruh saksi diperiksa dengan sprindik khusus. Sebelumnya mereka telah dimintai keterangan saat penyidikan umum sebelum ketiga pelaku ditetapkan tersangka. ‘’Pemeriksaan terus jalan karena sudah diperiksa dulu saat penyidikan umum. Sekarang penyidikan khusus,’’ lanjutnya.

Nanti, seluruh hasil pemeriksaan dikumpulkan untuk menggali fakta lebih dalam. Jika berkas dari jaksa penyidik dinyatakan lengkap oleh penuntut umum, selanjutnya naik tahap dua. ‘’Kalau ada fakta lain yang menunjuk ke tersangka lain, tetap kami kembangkan,’’ janjinya.

Diketahui, dua ekskavator di TPA Winongo dibeli dalam dua tahap penganggaran. Tahap pertama merek Hitachi Hydraulic ZX200-5G tipe standar seharga Rp 1,48 miliar. Pembelian itu menggunakan APBD murni 2015. Tahap kedua, ekskavator merek Caterpillar 320D2 dibeli seharga Rp 1.59 miliar. Anggarannya diambilkan dari Perubahan APBD 2015. (kid/c1/fin)

Siapa Terlibat Korupsi Alat Berat?

BENARKAH dexlite untuk operasional ekskavator yang diperkarakan ini ditadah salah satu dari ketiga tersangka? Salah seorang sumber menyebutkan bahwa bahan bakar minyak untuk alat berat di TPA Winongo itu ditampung oleh Putut Wasono, tenaga Program Jasa Kebersihan (Projasih). Putut menjualnya kembali dengan sepengetahuan Heri Martono (PPTK controlled landfill) dan Suhartono (koordinator lapangan TPA Winongo). Ketiganya kini telah ditetapkan sebagai tersangka. ‘’Tapi nggak tahu dijual ke mana lagi sama Putut,’’ kata salah seorang sumber yang namanya enggan dikorankan Rabu (15/1).

PENYIDIKAN: Dua dari empat PNS DLH yang diperiksa di ruang penyidik Kejari Kota Madiun Rabu (15/1).

Kasi Pidsus Kejari Kota Madiun Toni Wibisono menegaskan, seluruh saksi yang diperiksa kemarin telah menyampaikan keterangan sesuai tupoksinya masing-masing. Baik saksi dari PNS maupun rekanan. ‘’Masing-masing saksi kami berikan lebih dari sepuluh pertanyaan,’’ jelas Toni.

Ke mana dan kepada siapa dexlite yang diselewengkan itu disetorkan, akan terjawab hari ini (16/1). Mengingat Korps Adhyaksa telah menjadwalkan pemeriksaan kembali terhadap tiga tersangka di hari ini. Tidak menutup kemungkinan pula, nama pejabat lain yang terlibat juga dibeberkan di hari yang sama. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close