Madiun

Dewan Usul Balon Sekda Kota Madiun dari Internal Pemkot

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Rumor seputar bakal calon (balon) sekretaris daerah (Sekda) Kota Madiun makin nyaring terdengar. Menyusul dibukanya pendaftaran lelang jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) tersebut. Analogi bidak catur pun mengemuka dari balai kota (pemkot) dan Taman Praja (gedung DPRD).

Berbeda dengan Wali Kota Madiun Maidi, kalangan wakil rakyat konsisten menjagokan Sekda terpilih kelak bukan kuda hitam atau kuda putih dari luar daerah. Mereka berharap orang nomor tiga di Pemkot Madiun nanti adalah ster dari internal pemkot.

Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya (AR) BMS condong pada pejabat lokal. Alasannya sebagai wujud regenerasi. Dia menilai pejabat lokal lebih dekat dengan aparatur sipil negara (ASN) pemkot. Sehingga, akan berpengaruh dalam menjalankan tugas sebagai panglima ASN. ‘’Kalau boleh saya berpendapat, pengisian Sekda dari internal saja, yang mengerti tipikal Kota Madiun,’’ kata AR, Jumat (1/10).

Menurut AR, pejabat lokal juga lebih memahami APBD Kota Madiun. Termasuk geografis dan karakteristik permasalahan yang melekat di kota ini. Namun, kendati pejabat lokal, tetap harus berkualitas. Sekda harus cekatan menguasai regulasi tata pemerintahan. Termasuk memiliki bekal mumpuni sebagai birokrat. ‘’Kalau (pejabat) dari luar belum tentu mereka paham,’’ ujarnya.

Ada lima hingga tujuh pejabat yang layak bersaing dalam bursa lelang balon Sekda. Namun, AR mengerucutkan pada tiga nama. Yakni, Soeko Dwi Handiarto (kepala badan perencanaan pembangunan daerah/bappeda), Sudandi (kepala badan pengelolaan keuangan dan aset daerah/BPKAD), dan Ahsan Sri Hasto (Pj Sekda Kota Madiun).

‘’Mereka berada di pucuk pimpinan tertinggi. Kemampuan juga hampir sama. Kekurangannya, mereka tidak memiliki basic hukum. Tapi, itu bisa beradaptasi seiring perjalanan,’’ tuturnya. (kid/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button