Ponorogo

Dewan Usul ASN Ponorogo Beli 10 Butir ke Peternak Lokal

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Problem anjloknya harga telur yang membuat peternak terancam gulung tikar bakal sedikit terurai. Itu jika hasil audiensi yang digagas Komisi B DPRD Ponorogo kemarin (28/9) terealisasi. Telur dari kandang ratusan peternak bakal terserap program bantuan sosial (bansos) yang kebutuhannya 70 ton hingga 75 ton sebulan.

Selain itu, bakal ada kebijakan setiap aparatur sipil negara (ASN) minimal membeli 10 telur dari peternak lokal. ‘’Memang belum bisa menjamin harga telur langsung stabil, tapi serapan barangnya jelas,’’ kata Ribut Riyanto, wakil ketua Komisi B Ponorogo, Rabu (29/9).

Komisi B dalam hearing kemarin sengaja mengundang dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro (disperdakum); dinas pertanian, ketahanan pangan, dan perikanan (dispertahankan); serta dinas sosial (dinsos). Perwakilan peternak ayam petelur dari 21 kecamatan di Ponorogo ikut didatangkan. Terungkap, agen yang mengatur bantuan pangan nontunai (BPNT) di bawah kendali dinsos selama ini memberi telur dari luar Ponorogo. ‘’Serapan telur lokal hanya 20 sampai 30 persen. Peternak silakan berkoordinasi dengan dinsos,’’ ujar Ribut.

Selain itu, usulan agar setiap ASN membeli minimal 10 telur dari peternak lokal diakomodasi dispertahankan. Namun, Ribut minta waktu soal perlunya peraturan bupati tentang serapan pangan lokal termasuk komoditas telur. ‘’Kalau menyangkut kebijakan jangka panjang, perlu pembahasan dengan pihak eksekutif. Kami masih perdalam dulu,’’ ungkapnya. (mg7/c1/hw)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button