Magetan

Dewan Tuding Pemkab Magetan Kurang Transparan Sajikan Data Kematian

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Kenaikan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Magetan membuat wakil rakyat bertanya-tanya. Pasalnya, setelah diusut, biang kenaikan level PPKM Magetan ternyata angka kematian yang tinggi. Anggota Komisi A DPRD Magetan Joko Suyono menuding pemkab kurang transparan. ‘’Saya melihat tidak ada transparansi informasi input dan output angka kematian,’’ ujarnya, Rabu (8/9).

Joko tunjuk contoh angka kematian akibat Covid-19 di daerah pemilihan (dapil) pencalonannya pada Agustus lalu. Di Desa Gunungan, Kecamatan Kartoharjo, 33 warga meninggal akibat virus korona. Sementara di Desa/Kecamatan Kartoharjo ada 23 warga. Sedangkan di Desa Manjung, Kecamatan Barat, tercatat 27 kasus kematian.

Joko heran angka kematian yang dilaporkan pemkab pada periode yang sama di tiga wilayah itu berbeda. Dia menduga, angka kematian yang disampaikan kepada publik dipangkas supaya level PPKM Magetan turun. Kendati di lapangan angka kematian sebenarnya tinggi. ‘’Data riilnya tidak ada karena yang punya hanya satgas,’’ beber mantan ketua DPRD Magetan itu. (mg5/c1/naz/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button