Ngawi

Dewan Sebut Tugu 0 Km Ngawi Jelek

Estetika Kurang, Bentuk dan Ukuran Tidak Proporsional

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pembangunan tugu 0 Kilometer (Km) Ngawi di simpang empat Jalan Thamrin-Hasanudin menuai beragam komentar dari sejumlah pihak. Baik positif maupun negatif. Salah satunya dari komisi III DPRD setempat. ‘’Dari sisi estetika masih jelek, tidak bagus,’’ kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Ngawi Yuwono Kartiko Kamis (26/12).

King, sapaan akrab Yuwono Kartiko, menilai pelaksana proyek ini kurang memperhatikan unsur estetika. Meskipun sudah sesuai gambar perencanaan yang dibuat dinas terkait. ‘’Pertanyaan saya apakah sebelumnya tidak ada aanwijzing (pertemuan yang menjelaskan seluk-beluk pekerjaan proyek, Red) dulu, kok output-nya sangat jelek seperti itu,’’ kritiknya.

Menurut King, yang membuat kurang menarik adalah bentuk gading gajah purbanya. King menilai dari sisi ukuran maupun bentuk sangat tidak proporsional. Berbeda jauh jika dibandingkan tugu gading Kartonyono. ‘’Itu (tugu 0 Km Ngawi, Red) kan jadi wajah Ngawi. Kalau digarap asal-asalan begitu, memalukan,’’ ketusnya.

Dia menyarankan dinas terkait menganggarkan lagi tahun depan untuk memperbaikinya. Paling tidak membenahi yang kurang proporsional. Sehingga, dari sisi estetika bisa lebih bagus dari sekarang. ‘’Saya kira tidak ada masalah dan masih bisa kalau mau dibetulkan lagi,’’ ujarnya.

Secara konsep, proyek senilai Rp 178 juta itu cukup bagus. Ada sebuah batu besar diapit empat gading gajah purba yang menjadi ciri khas Ngawi. Lalu di belakangnya terdapat tulisan 0 Km Ngawi yang menunjukkan bahwa lokasi tersebut merupakan titik awal Ngawi (kota).

Pendapat berbeda disampaikan Sutikno. Warga asli Ngawi yang lama tinggal di Bekasi itu menilai  tugu 0 Km Ngawi sudah bagus. Selain memberi informasi lokasi tersebut merupakan titik 0 Ngawi, juga mengingatkan masyarakat soal ciri khas daerah itu. ‘’Secara keseluruhan sudah bagus, mungkin perlu dihaluskan lagi gadingnya supaya lebih sempurna,’’ katanya.

Sementara Plt Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Ngawi Raden Rudi Sulisdiana menanggapi positif kritik dewan. Menurut dia, semua orang berhak memberi penilaian terhadap hasil pekerjaan pemerintah. Tidak hanya anggota dewan, masyarakat pun boleh.

Menurut dia, ada juga warga yang memuji pembangunan tugu 0 Km Ngawi tersebut. Bahkan di media sosial banyak yang memviralkan sebagai salah satu ikon baru Ngawi. ‘’Prinsipnya kami menerima dan mendukung kritik dewan. Termasuk saran untuk membetulkannya pasti akan kami dukung,’’ janjinya. (tif/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button