AdvertorialNgawi

Dewan Peringatkan Kontraktor dan Konsultan Tak Serius

Dewan Tak Ingin Masyarakat Dirugikan

NGAWIJawa Pos Radar Ngawi – Komisi IV DPRD Ngawi kembali mengingatkan kepada seluruh kontraktor pelaksana maupun konsultan pengawas agar lebih serius dalam melaksanakan pekerjaan. Mereka tidak segan merekomendasikan untuk mem-blacklist semua kontraktor atau konsultan yang kinerjanya tidak baik. ‘’Ini berlaku untuk semuanya saja,’’ kata Ketua Komisi IV DPRD Ngawi Slamet Riyanto usai meninjau sejumlah pekerjaan fisik bersama anggotanya Rabu (10/6).

Dari beberapa proyek yang ditinjau, hampir semua pekerjaan memiliki catatan. Karena itu, pihaknya mengingatkan kembali kepada kontraktor maupun konsultan agar memperhatikan kualitas pekerjaan sesuai standarnya. ‘’Kami ingin membangun sebuah karakter kinerja yang baik supaya tidak merugikan masyarakat,’’ tuturnya.

Di antara beberapa proyek yang ditinjau komisi IV kemarin yakni peningkatan jalan di Desa Dawu, Kecamatan Paron. Meski hasilnya dinilai sudah bagus, dewan tetap memberikan saran supaya pemadatannya lebih dimaksimalkan. Komisi IV juga sempat meninjau proyek pembangunan Jembatan Gempol yang merupakan pekerjaan tahun 2019 lalu. ‘’Sempat ada kerusakan, tapi sudah diperbaiki. Hari ini (kemarin, Red) kami cek lagi untuk memastikannya,’’ ujarnya.

Sementara di proyek peningkatan ruas jalan Padas-Pucung, dewan meminta menghentikan proses pengecoran. Mereka menilai proses pemadatannya masih kurang maksimal. Jika dipaksakan dikhawatirkan hasilnya tidak sesuai yang diharapkan. ‘’Kami minta diulangi dulu pemadatannya, kalau sudah oke baru bisa dilanjutkan (pengecoran),’’ katanya.

Berbeda dengan proyek peningkatan ruas jalan Pucung-Gunungsari dan Jembatan Pucung. Hasilnya disebut sudah bagus. Khusus proyek pembangunan jembatan,  pihaknya mengusulkan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) menambah anggaran tahun depan. ‘’Kami berharap sayap jembatannya lebih diperpanjang karena kebetulan di atasnya ada rumah. Kami khawatir tebingnya nanti longsor kalau tidak ditambah,’’ paparnya.

Hasil peninjauan tersebut akan dibahas lebih lanjut di internal komisinya. Pihaknya akan memanggil OPD terkait jika diperlukan evaluasi yang signifikan. Apalagi jika sejumlah saran yang disampaikan tidak dilaksanakan. ‘’Intinya kami minta semua pekerjaan itu harus memperhatikan kualitas dan ketepatan waktunya,’’ ungkapnya. (tif/c1/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button