AdvertorialNgawi

Dewan Minta Dindik Lebih Sensitif

Sidak, Komisi II DPRD Catat Tiga Temuan

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pelaksanaan program dana alokasi khusus (DAK) pendidikan mendapat sorotan wakil rakyat. Hal itu tidak terlepas dari adanya sejumlah temuan dewan saat inspeksi mendadak (sidak) Senin lalu (14/9). ‘’Kami minta dindik punya sensitivitas kuat terkait kondisi perjalanan DAK di lapangan,’’ kata Ketua Komisi II DPRD Ngawi Siswanto Selasa (15/9).

Dari hasil sidak bersama anggotanya itu, sedikitnya ada tiga temuan mendasar terkait DAK pendidikan yang perlu segera direspons dindik. Pertama, mengenai pencairan anggaran termin kedua yang hingga kini belum jelas. Padahal, progres pekerjaannya rata-rata sudah mencapai 80 persen. ‘’Ini sangat keterlaluan, pekerjaan sudah hampir selesai tapi anggarannya belum diterimakan,’’ ujarnya.

Siswanto juga meminta dindik turun ke lapangan untuk mengetahui permasalahan akibat anggaran yang macet tersebut. Sebab, dari keterangan yang diterimanya, banyak sekolah yang terpaksa mencari utangan atau bahkan merogoh kocek sendiri untuk menutupi kebutuhan anggaran di termin kedua tersebut. ‘’Padahal, anggaran sudah disiapkan. Ada apa sebenarnya dengan dinas pendidikan kok tidak segera memprosesnya,’’ ucapnya.

Komisi II juga menilai pelaksanaan DAK di SMPN 2 Karangjati perlu dievaluasi. Siswanto menyebut, hampir semua pekerjaan sangat lemah dari sisi perencanaan. Terutama di ruang laboratorium IPA yang terkesan dipaksakan tanpa mempertimbangkan kondisi bangunan secara keseluruhan. ‘’Mumpung progresnya masih 30 persen, kami minta dievaluasi. Jangan sampai anggaran yang digelontorkan cukup besar, tapi hasilnya tidak sesuai harapan,’’ tuturnya.

Begitu juga terkait pelaksanaan DAK di SDN 2 Legundi. Pihaknya meminta atap sekolah tersebut yang semula menggunakan seng diganti genting. (tif/c1/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close