AdvertorialNgawi

Dewan Kecewa Kualitas Jembatan Gempol

Minta DPUPR Panggil Rekanan

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Buruknya kualitas bangunan Jembatan Gempol, Karangjati, membuat wakil rakyat kecewa. Kekecewaan itu terungkap setelah Komisi IV DPRD Ngawi melihat langsung hasil proyek peningkatan jembatan penghubung ruas jalan Ploso-Tapen di kecamatan setempat tersebut. ‘’Terus terang, kami sangat kecewa,’’ kata Sudirman, anggota komisi IV, usai meninjau langsung proyek tersebut Selasa lalu (31/3).

Kekecewaan dewan itu cukup beralasan. Sebab, proyek senilai Rp 2,06 miliar tersebut baru saja selesai dan diserahkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ngawi tiga bulan lalu. Namun, secara fisik bangunannya sudah banyak yang rusak. Ada beberapa bagian yang retak dan ambles. ‘’Menurut kami masih banyak yang kurang sempurna waktu finishing proyek ini,’’ tudingnya.

Dia mengaku awalnya mendapat sejumlah laporan dari masyarakat bahwa kondisi bangunan Jembatan Gempol itu sudah banyak yang rusak. Setelah dicek langsung ke lapangan ternyata kondisi proyek garapan CV Prasetya itu memang benar-benar rusak parah. ‘’Kami lihat bagian sayap kanan dan kiri jembatan juga sudah retak semua, padahal pengerjaannya masih belum lama,’’ ungkapnya.

Pihaknya juga merasa heran karena masih banyak peralatan milik rekanan yang belum dibereskan. Misalnya keberadaan bekisting yang belum dilepas oleh rekanan. Seharusnya, ketika proyek tersebut sudah selesai dan diserahkan kepada dinas, semua sudah bersih. ‘’Artinya pekerjaan ini memang belum sempurna, tapi sudah diserahterimakan,’’ ujarnya.

Lebih herannya lagi, pihak DPUPR setempat sudah menerima pekerjaan tersebut meski kondisinya diketahui banyak kerusakan. Sudirman curiga dinas terkait sengaja menerima hasil pekerjaan itu karena khawatir tidak selesai tepat waktu. Namun, mestinya itu tidak terjadi. Sebab, jika dipaksakan diterima kejadiannya bakal seperti yang ada sekarang. ‘’Harusnya DPUPR bisa tegas, kalau tidak bener pekerjaannya nggak usah dibayar. Toh, risikonya kan di dinas juga,’’ kritiknya.

Mengenai tindakan selanjutnya, komisi IV meminta DPUPR setempat segera memperbaikinya. Rekanan yang menangani proyek tersebut harus dipanggil untuk dimintai pertanggungjawaban. Apalagi sekarang masih dalam masa pemeliharaan.

Sudirman mendesak agar pengerjaan perbaikan nanti juga tidak asal-asalan karena bangunan tersebut merupakan jembatan yang dilalui banyak orang. ‘’Kami minta secepatnya ditangani. Kalau rekanan tidak bersedia, DPUPR harus bertanggung jawab,’’ tegasnya. (tif/c1/odi)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close